Manado, Barta1.com – Bercita-cita mengelilingi dunia sejak duduk di bangku perkuliahan, melalui kapal pesiar, dibuktikan Revani Lihondatu, ketika dirinya diterima bekerja di Viking Ocean Cruise Line di Amerika Serikat.
“Saya sudah mengelilingi beberapa Negara dengan kapal pasiar ini, seperti Inggris, Norwegia, Israel, Yunani, Palestina, Skotlandia, Spanyol, Turki, Italia, Amerika dan Kanada,” ungkap Lihondatu kepada Barta1.com, Jumat (14/7/2023).
Saat mengelilingi beberapa negara, dirinya mengaku senang bisa melihat secara langsung sebuah keindahan, yang dahulunya hanya dilihat melalui sosial media. “Semua Negara yang saya kunjungi sangat indah wisatanya. Begitupun dengan kerajinannya, dan orang-orangnya juga baik,” singkat perempuan kelahiran Manadotua, 22 Mei 1997 ini.
“Namun, ada kesulitan tersendiri ketika mengunjungi beberapa kota di Negara Amerika dan Eropa, yakni bahasanya. Tidak semua masyarakat tau berbahasa inggris, terpaksa untuk membeli marchindace dan sebagainya menggunakan bahasa tubuh,” ujarnya sambil tersenyum.
Intinya, kata Lihondatu, dirinya masih ingin mengelilingi beberapa Negara yang belum ia kunjungi. “Tanggal 2 Agustus 2023, rencananya saya akan kembali bekerja di Kapal Pesiar dengan Perjalanan yang berbeda, seperti Negara yang belum saya kunjungi,” tuturnya.
“Bicara pekerjaan saya tidak pernah takut saat merantau, karena apa yang saya pelajari selama perkuliahan di Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo), apalagi berkaitan dengan perhotelan, semuanya saya dapat saat bekerja di Kapal Pesiar ini,” terang anak ke dua dari dua bersaudara. Dari pasangan sederhana, Gustaf Lihondatu dan Jeni Sin Verni Ponge.
Selama berlayar itu, kesulitan yang sering dihadapi, yakni ombak. “ketika ombak besar, sangat mempengaruhi pekerjaan kami sebagai karyawan di kapal Pesiar. Akibat ombak tersebut, banyak karyawan yang sering pusing. Mau tidak mau, karyawan harus tetap bekerja, walaupun sering bolak-balik kamar mandi untuk muntah,” imbuhnya sambil menyebut adanya obat untuk menghilangkan pusing, namun bagi sebagian karyawan tidak cocok.
“Semua kesulitan bisa dilewati dengan adanya kemauan dan usaha. Dengan pekerjaan ini, saya bisa membeli rumah, dan kedepannya akan membuka usaha keluarga,” cetus alumni Polimdo angkatan 2015.
Untuk menjadi sukses, perlu adanya cita-cita. Mencapai cita-cita, butuh usaha dan kerja keras. Bagi perempuan di luar sana, yang masih mengharapakan uang dari orang tua, mari ubah pola pikir, agar kedepannya bisa mandiri, dan bisa membantu orang tua.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post