Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menunjukkan kualitasnya di kancah internasional. Bukan untuk pertama kalinya, tapi ini kesekian kalinya menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara (Sulut) yang berhasil menembus ajang bergengsi tingkat dunia.
Prestasi tersebut datang dari David Pustin Oliver, mahasiswa semester 6 Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung, Jurusan Teknik Sipil Polimdo.
David terpilih sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi di Sulut untuk mengikuti The 4th International Student Leaders Meeting on Sustainability di Pingtung University of Science and Technology, Taiwan.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polimdo yang terus aktif dalam berbagai program kreativitas mahasiswa yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Polimdo terus aktif mengikuti program kreativitas mahasiswa dari Kemdiktisaintek. Selain David, saat ini ada juga mahasiswa lain yang sedang berproses mengirim proposal ke kementerian. Dalam waktu dekat kami optimistis akan kembali meraih prestasi, baik di bidang kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penerapan IPTEK, dan bidang lainnya,” jelasnya.
Dosen pendamping, Steve W.M. Supit, ST., M.Eng., PhD., menjelaskan bahwa pihak kampus sengaja mendorong David untuk mengikuti program tersebut sebagai bentuk pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
“Tujuannya adalah meningkatkan jiwa kepemimpinan mahasiswa agar mampu mendorong komunitas dan lingkungan sekitarnya lebih peduli terhadap persoalan lingkungan global,” ungkap Steve.
Sementara itu, David mengungkapkan bahwa program internasional tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Malaysia, Afrika, Filipina, Venezuela, dan Indonesia.
“Program ini membahas isu keberlanjutan yang terdiri dari tujuh poin utama. Saya lebih tertarik pada poin ketiga, yakni energi bersih dan terjangkau. Kebetulan beberapa waktu lalu saya mengikuti penelitian kreatif berbasis mahasiswa yang membahas energi terbarukan yang dikombinasikan dengan beton,” terangnya.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut berfokus pada penggabungan beton pracetak dengan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya.
“Ketika terpilih dalam program ini, tentu saya sangat senang dan bangga. Saya tidak menyangka bisa lolos karena pesertanya berasal dari berbagai negara,” ujarnya.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet Makinggung, SE., MSi., menilai capaian yang diraih Steve dan David turut membawa nama baik institusi, sekaligus sejalan dengan program Green Campus dan indikator kinerja utama kementerian yang selama ini telah diterapkan Polimdo.
“Sebelum kementerian menyampaikan indikator kinerja utama, sebenarnya Polimdo sudah lebih dulu melakukannya. Apa yang dilakukan Mener Steve dan David sangat berkontribusi, khususnya dalam pengelolaan lingkungan di kampus,” jelas Juliet.
Menurutnya, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Polimdo lainnya untuk terus menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Ini menjadi poin penting bagi mahasiswa kita tentang bagaimana menjaga lingkungan tetap asri dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh David dan Steve selama mengikuti konferensi internasional di Taiwan nantinya dapat dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan Polimdo.
“Saya berharap sepulang dari konferensi nanti, berbagai pengalaman, pengetahuan, dan hasil pertemuan internasional tersebut bisa dibagikan dan diterapkan di Polimdo. Itu menjadi harapan besar kami,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post