Manado, Barta1.com – Sebuah hobi bisa mendatangkan rezeki. Begitupun dengan Suhadak (54), lelaki perantau asal Lamongan ini. Dengan usaha bubur kacang ijo, mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga bisa membangun rumah.
“Saya hobi dengan kacang ijo. Dari hobi ini, mendorong saya berjualan. Dimana sebelumnya, saya sebagai seorang supir mikro selama 3 tahun di Kota Manado,” ungkap Suhadak kepada Barta1.com, Minggu (16/7/2023).
Dengan hasil usaha bubur kacang ijo ini, kata Suhadak, dirinya mampu menyekolahkan 2 anaknya hingga menjadi seorang guru. “Dengan bubur kacang ijo ini 2 anak saya sudah berhasil. Anak ketiga saat ini sudah semester 5, anak keempat SMA dan terakhir itu masih SMP,” terangnya.
“Selain bisa menyekolahkan anak, saya juga bisa membangun rumah di kampung halaman Lamongan,” singkatnya sembari menyebut bahwa kebutuhannya hingga saat ini masih berkecukupan.
Suhadak menyebut, usaha bubur kacang ijo yang ia jalankan ini sudah berjalan 13 tahun. Bermodalkan gerobak, dandang, dan tempat duduk berukuran kecil ini, ia mampu menghidupkan keluarganya.
“Setiap harinya saya mangkal di pertigaan Kampung Arab Manado ini. Saya berjualan mulai pukul 18.00 WITA dan sering habis pukul 23.00 WITA. Keuntungan bersih yang saya dapatkan setiap harinya itu sebesar Rp 300 ribu,” imbuhnya.
Menurutnya, bahwa usahanya ini banyak diminati oleh masyarakat. Sampai-sampai, kata Suhadak, bubur kacang ijo ini dipesan oleh masyarakat Minut dan Bitung. “Kata mereka bubur kacang ijo saya itu enak,” singkatnya.
“Menjalankan usaha dengan bermodalkan gerobak, tidak semua usaha berjalan dengan baik. Ada suatu saat penjualan kita tidak sesuai dengan harapan, seperti cuaca yang tidak bersahabat. Apalagi mengingat kejadian di masa pandemi. Biasanya saya berjualan 4 cup, akibat pandemi turun menjadi 2 cup. Namun, untuk menghadapi tantangan ini cukup dengan bersabar dan terus berusaha,” cetusnya.
Ia menambahkan, bahwa 3 tahun lagi ia sudah tidak akan berjualan di Kota Manado, ia bersama istrinya Asimah akan kembali ke Lamongan. “Dengan usia yang semakin tua. Keuntungan dari bubur kacang ijo ini, kedepannya akan saya pakai untuk membuka Sawa di kampung halaman,” tuturnya.
“Bagi kami menjadi seorang yang berhasil itu ketika mereka bisa merantau, dan kembali ke kampung halaman itu ketika apa yang diharapkan bisa dicapai,” pungkasnya.
Terpantau Barta1.com, segelas mangkok harga bubur kacang ijo Suhadak dihargai Rp.6.000.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post