Manado, Barta1.com – Belum lama ini, Anggota DPRD Sulut, James Tuuk ingatkan Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel terkait fenomena El Nino.
“Menurut parah ahli dan pihak BMKG bahwa musim kemarau ini akan berlangsung 9 sampai 10 bulan kedepannya. Artinya, Sulut kedepannya akan kekurangan pangan,” ungkap Tuuk di Ruang Paripurna DPRD Sulut, beberapa waktu lalu.
Ia meminta, sebelum menetapkan APBD Perubahan. Dirinya mengingatkan, pompa air ditingkatkan di Dinas Pertanian dan perkebunan. “Jika tidak ada persiapan dari awal, maka bahan makanan yang ada di Sulut ini akang berkurang,” terangnya.
Setelah mendengar masukan Tuuk, langsung ditanggapi oleh Kepel. Dirinyanya menjawab, terkait pompa air akan menjadi perhatian dari Dinas terkait. “Beruntunglah kita di saat datangnya badai El Nino. Jarak antara matahari dan bumi sangat jauh, sehingga fenomena El Nino sedikit berkurang karena suhu bumi menurun,” jelas Kepel kepada Tuuk.
Apa itu El Nino?
El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post