• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Kasus Ryo Noor Bergema saat Demo AJI Manado di Hari Kebebasan Pers Sedunia

by Agustinus Hari
4 Mei 2023
in News
0
Kasus Ryo Noor Bergema saat Demo AJI Manado di Hari Kebebasan Pers Sedunia

Jurnalis Barta1.com Meikel Pontolondo berorasi saat demo AJI Manado memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, di Zero Point Pusat Kota Manado, Rabu (3/5/2023). (foto: agust/barta1)

0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kasus tabrak lari yang dialami jurnalis Tribun Manado, Ryo Noor bergema saat demo yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado di Markas Polda Sulut, Jl Bethesda, Kecamatan Sario, Kota Manado, Rabu (3/5/2023).

Demo dalam rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day yang digelar AJI di seluruh Indonesia setiap tanggal 3 Mei.

Sebelumnya, para jurnalis berkumpul sejak pukul 13.00 WITA di Zero Point Pusat Kota Manado. Mereka secara bergantian berorasi menuntut kemerdekaan pers sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia, serta ciri sebuah negara demokrasi. Tiga orator yakni Rio Luntungan (KanalMetro.com), Meikel Pontolondo (Barta1.com) dan Adi Sururama (Sulawesion.com) terlihat membakar semangat para demonstran yang hadir yang dikoordinir korlap Lerry Kambey.

“Kita sudah hidup puluhan tahun di alam kemerdekaan bangsa Indonesia, tapi pers Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Jurnalis masih mengalami kekerasan. Oleh sebab itu, jurnalis harus bersatu terus mengkampanyekan kemerdekaannya,” teriak Meikel Pontolondo.

Ketua AJI Manado, Fransiskus Talokon, menyampaikan peringatan Hari Kemerdekaan Pers Sedunia yang dilakukan AJI Manado untuk menuntut usut tuntas semua kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap berbagai jurnalis.

“Kami meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tabrak lari yang dialami oleh Ryo Noor, yang juga merupakan anggota AJI Manado. Apalagi sudah hampir 2 bulan mandek. Dan polisi belum juga mengungkap pelaku kasus ini,” tegas Talokon.

Setelah hampir 1 jam berorasi di Zero Point, puluhan jurnalis ini melakukan konvoi bergerak ke Markas Polda Sulut melalui Jalan Sam Ratulangi menuju Jalan Bethesda.

Di depan gerbang Markas Polda Sulut, mereka secara bergantian berorasi menyampaikan sejumlah tuntutan dengan dijaga ketat oleh ratusan aparat Kepolisian.

Setelah hampir 30 menit berorasi, para jurnalis ini kemudian didatangi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian yang bernegosiasi meminta agar AJI Manado mengirimkan utusannya untuk masuk ke Markas Polda Sulut. Namun tawaran ini ditolak dengan tegas oleh AJI Manado.

Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto yang ditunggu tak juga datang menemui para pengunjuk rasa. Kemudian datang Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Rachmad Iswan Sanusi menemui demonstran, sekaligus menanggapi tuntutan yang disampaikan para pendemo. “Untuk pengungkapan kasus kematian Riyo Noor masih tetap berlangsung. Langkah kita untuk mengungkap sudah dilaksanakan dan masih berlangsung,” ujarnya.

Ia meminta kesabaran dari para jurnalis, sekaligus memohon dukungan upaya pengungkapan kasus tersebut, apabila ada informasi juga terkait kasus kematian Riyo Noor. “Sementara sudah kita lakukan kegiatan penyidikan olah TKP dan sebagainya. Karena ini dalam proses mengungkap, pelaku masih dalam proses pencarian,”’ ujarnya.

Saat didesak terkait pelaku, Sanusi mengatakan, belum ada pelaku. Proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. “Sementara kita kumpulkan bukti petunjuk dan CCTV serta barang bukti yang ada. Jadi belum ada pelaku,” ujarnya.

Jawaban yang disampaikan Sanusi dirasa belum memuaskan, AJI Manado menyatakan akan terus mengawal kasus ini serta akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda Sulut dengan massa yang lebih banyak lagi.

Penulis : Randy Dilo

Barta1.Com
Tags: AJI ManadoFransiskus TalokonHari Kebebasan Pers SeduniaPolda SulutRyo Noor
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Siasat Erick Thohir dan Gotong Royong BUMN di Kala Perang Meredam Covid-19

Erick Thohir: Rekrutmen Bersama Demi Satukan BUMN Sejak Dini

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026
  • Halal Bihalal Jurusan AB Polimdo: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman 18 April 2026
  • WALHI Sulut Perkuat Gerakan Lingkungan, 18 Peserta Ikuti Pelatihan Community Organizer 2026 17 April 2026
  • Pegadaian Gelar “Mengetuk Pintu Langit”, Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 17 April 2026
  • Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Polisi Tindak Cepat Amankan Pelaku 17 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In