Manado, Barta1.com – Sejumlah negara menjadi lokasi bekerja para lulusan program studi ekowisata bawah laut Politeknik Negeri Manado diantaranya Denmark, Germany, Kolombia dan negara lainnya.
Disampaikan teknisi laboran Lab Dving Politeknik Negeri Manado, Jonathan Indriyanto, setiap calon siswa yang akan menjadi mahasiswa program studi ekowisata bawah laut akan mendapatkan pengetahuan yang baru, terutama dunia pariwisata.
“Kampus di Indonesia, hanya Politeknik Negeri Manado ada kurikulumnya terkait dengan diving. Dan ada dua kategori di ekowisata bawah laut yaitu konservasi dan diving,” ujarnya saat ditemui Barta1.com di Stand Politeknik Negeri Manado pada Pameran Pendidikan dan Inovasi Perguruan Tinggi Sulawesi 1, Mantos 3, Kota Mando, Sulut, Sabtu (11/3/2023).
Pelak saja, lelaki yang bertugas di Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado itu, mengajak calon siswa SMA dan SMK yang hobi dengan traveling atau adventur agar masuk ke Program Studi ekowisata bawah laut.
“Di 6 jurusan Politeknik Negeri Manado ada keuntungannya masing-masing, akan tetapi Jurusan Pariwisata, terlebih Prodi Ekowisata Bawah Laut keuntungannya banyak. Seperti finansial, relasi dan yang terpenting adalah komunikasi yang baik dengan masyarakat lokal dan turis dari luar negeri,” terangnya.
Bukan itu saja, keuntungan dari segi pembelajaran, dimana mahasiswa nantinya akan mendapatkan pengetahuan manajemen pariwisata, pengetahuan diving, dan konservasi. “Intinya dari keseluruhan lulusan EBL Politeknik Negeri Manado ini. Setiap tempat wisata di Indonesia, mereka ada dan tentunya pekerjaannya berserta hasilnya berkualitas,” imbuhnya.
Saat ditanya kebanyakan berkunjung ke stand Politeknik Negeri Manado itu dari mana? Indriyanto menyebut adalah siswa-siswi SMA-SMK yang di Sulut, dimana mereka menanyakan terkait cara pemasangan alat diving, cara pengunaan hingga resikonya.
Salah satu pengunjung, Akhlan Putra dari MAN Model Manado mengatakan, stand Politeknik Negeri Manado menarik. Menariknya itu, banyak hal yang dilihat dari produk-produk yang dihasilkan. Adanya alat diving, produk bisnis hingga robot. Semuanya, terlihat kreatif. “Dengan melihat hal ini, menjadi acuan saya kedepannya akan memilih kampus yang mana akan dimasuki nantinya,” pungkasnya.
Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado Dr Bernadain D Polii MPd menjelaskan Jurusan Pariwisata memiliki 4 Prodi. Diantaranya sarjana terapan perhotelan, D3 perhotelan dan usaha perjalanan wisata. Dan ekowisata bawah laut ini, adalah prodi satu-satunya di Indonesia yang hanya ada di Politeknik Negeri Manado.
“Lulusan Ekowisata Bawah Laut semuanya terserap di dunia industri, bahkan ada yang menjadi dosen di luar negeri dan melanjutkan studi di sana. Saat ini, banyak yang membutuhkan prodi ini. Dan pastinya, ada batasan untuk menerima calon mahasiswanya, mengingat setiap dosen pengajar ketika di dalam laut, harus mendampingi hanya beberapa mahasiswanya saja saat di bawah laut. Dan itu, memang tidak sembarang,” ucapnya.
EBL ini merupakan prodi unik di Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, sehingga dalam pameran ini di prioritaskan untuk EBL. Terkait prodi lainnya. Sudah ditampilkan kemarin hari, seperti juggling dan sebagainya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post