Manado, Barta1.com – Tato merupakan salah satu seni yang menggambarkan tubuh menggunakan tinta dengan jarum. Dan sebagian orang merasa nyaman ketika sebagian tubuhnya di tato. Meski sebagian orang juga memberikan stigma buruk bagi yang bertato.
Tidak halnya dirasakan Jesica Belangkaehe. Perempuan kelahiran Belengang, 8 Juli 1996 tertarik dengan bentuk seni di tubuh manusia ini sejak tahun 2012. “Tato menurut saya adalah hal yang unik apalagi gambar-gambarnya,” ungkapnya kepada Barta1.com, Kamis (26/1/2023).
“Untuk tato ini awalnya hanya coba-coba kemudian saya tertarik hingga saat ini, apalagi ada istilahnya kalau tato itu pasti nagih,” jelasnya.
Sebagai perempuan, Jesica tetap merasa nyaman jika sebagian tubuhnya itu bertato. “Tato itu ada nyaman dan tidaknya. Tergantung dari pandangan sosial, namun bagi saya, selama itu berada di lingkaran positif saya tidak akan pusing apa yang disampaikan oleh orang lain,” tuturnya.
“Selama ini saya percaya diri dengan apa yang ada. Intinya, tato ini adalah seni, melihat orang suci bukan dari mereka yang tidak bertato. Orang bertato banyak baik-baik,” terangnya.
Anak pertama dari Fatriane ini menceritakan, tato pada tubuhnya sudah 11 gambar dengan bentuk cewek bertato. “Intinya bertato bukan kriminal,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post