Sangihe, Barta1.com – Warga yang mendiami Desa Lesabe Induk, yakni Lindongan II (Tiwello), Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Sangihe sepertinya sulit tidur nyaman. Pasalnya, daerah tersebut selalu menjadi langganan banjir jika terjadi hujan deras.
Pelak saja, jika hujan mulai menguyur warga dalam ancaman. Desa Lesabe Induk Lindongan II (Tiwello) memiliki jumlah penduduk 69 jiwa, 17 KK dengan rincian 6 balita, 7 anak-anak, 56 orang dewasa.
Wilayah desanya juga berada di pinggiran jalan provinsi dengan luapan air sungai mencapai 75 cm. Kondisi itu sangat menghambat akses lalu lintas antar kecamatan khususnya wilayah Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, karena akses jalan alternatif cukup jauh untuk ditempuh.
Apa yang ditakutkan benar-benar terjadi. Banjir datang pada Rabu (25/1/2023) pukul 02.47 WITA. “Warga sangat takut jika hujan deras turun karena ancaman banjir mengenangi rumah,” kata Alvian Tempongbuka, warga setempat.
Akan kondisi tersebut masyarakat Desa Lesabe Induk Lindongan II sangat mengharapkan peran pemerintah agar mampu menemukan solusi akan permasalahan tersebut.
“Saya selaku Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Eksekutif Wilayah Sulawesi Utara (EW-LMND SULUT) yang merupakan salahsatu putra asli Desa Lesabe Lindongan II akan berjuang bersama-sama dengan rakyat yang ada hingga mendapatkan kejelasan dari pihak pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut,” kata Tempongbuka.
Pihaknya memberikan tawaran resolusi yakni normalisasi aliran air sungai, pembangunan infrastruktur penahan banjir atau talud. “Jika Hal tersebut tak mendapat respon serius dari pemerintah yang ada, maka LMND EW-Sulut akan menggelar aksi disemua kolektif kota/kabupaten,” katanya.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post