Manado, Barta1.com – Tidak semua perempuan memiliki kecintaan terhadap motor tua yaitu Vespa. Namun, berbeda dengan Ervina Marini Sipon (39).
Perempuan kelahiran Eris, 8 Maret 1983 ini, menyukai motor klasik sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan kesukaannya itu terwujud ketika ia menikah dengan suaminya Kifly Malonda, yang memiliki kecintaan yang sama terhadap motor bermesin kanan itu.
“Kecintaan terhadap Vespa bukan karena klasiknya juga, melainkan persaudaraan,” ungkap ibu dari Syalomita F Malonda dan Sharon L Malonda ini.
Menurutnya, persaudaraan dengan motor klasik ini ukurannya dari Sabang sampai Merauke hingga negara Eropa. “Sebagai pasangan suami istri (pasutri) yang memiliki hobi yang sama, sesungguhnya bisa mengatur setiap aktivitas dalam kehidupan kami sehari-hari, di mana kita bisa memperhatikan kebutuhan keluarga dan keterlibatan di komunitas Vespa. Atau pun saat sedang melakukan perjalanan jauh,” terang kepada Barta1.com, belum lama ini.
“Sebagai perempuan yang hobinya dengan motor tua, saya tetap enjoy dan tidak pernah minder. Tetapi, saya berbangga dari berjuta-juta perempuan yang ada, saya bisa mengendarai Vespa dan bisa memperbaiki sendiri ketika mogok di jalan,” tutur anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasutri Marwan Samsul Sipon dan Jetty FD Lantang.
Ia menyebut seseorang yang bisa mengendarai Vespa, berarti ia bagian dari yang suka dengan tantangan dan pembelajaran baru. “Dengan Vespa saya bisa menjelajahi berbagai tempat, baik itu mengelilingi perkotaan maupun desa-desa,” ucap Ketua Komunitas Roekoen Scooter Mangoeni (RSM) Manado ini.
“Karena sebuah kecintaan terhadap motor klasik ini, saya memiliki 4 Vespa. 2 model modifikasi atau dikenal dengan panser, dan 2 lagi standar. Intinya, Vespa selalu di hati. Salam mesin kanan,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post