Talaud, Barta1.com – Salah satu pilar penting dalam menjaga pluralitas agama adalah toleransi. Toleransi harus selalu dijaga dengan daya upaya dan kerja keras dalam membangun hidup bersama di tengah berbagai perbedaan.
Saat menghadiri silaturahmi keluarga besar Persatuan Pemuda Jawa (Perpuja), pada Minggu (15/01/2022), Godfried Timpua, S.IP, salah satu tokoh di Kabupaten Kepulauan Talaud, kembali menyerukan pesan toleransi.
“Jika bicara tentang jati diri, rawatlah kebudayaan. Jika menjaga silaturahmi, peliharalah toleransi,” tegas Timpua di hadapan ribuan orang yang menghadiri rangkaian acara silaturahmi tersebut.
Ia menerangkan, toleransi di Kabupaten Kepulauan Talaud bukan merupakan gagasan baru karena hal itu merupakan warisan budaya di ujung Utara Indonesia.
“Kami sangat menerima dan menghargai kegiatan yang dilakukan oleh teman – teman Perpuja. Bahkan, kami mendorong agar teman – teman yang berasal dari daerah lain bisa menggelar kegiatan serupa. Mengapa? Agar daerah ini benar – benar menjadi miniatur keberagaman,” ungkapnya.
Untuk menjadi miniatur keberagaman, kata Timpua, toleransi adalah kuncinya. Toleransi membimbing kita pada moderasi beragama sehingga terhindar dari fanatisme yang dapat mengarah pada fundamentalisme, radikalisme maupun ekstremisme.
Timpua mengajak agar masyarakat terus bersama menjaga arah tujuan, menjaga adat budaya warisan leluhur tanpa mengenyampingkan kehormatan suku-suku lain. Dan menjadikan keanekaragaman seni budaya sebagai energi positif untuk membangun daerah dengan ketulusan dan kejujuran.
Meski demikian, Timpua menekankan agar tidak ada pihak – pihak yang mencoba mencederai nilai toleransi yang sudah terpupuk lama di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Selain itu, ia berharap agar toleransi di tengah keberagaman bisa juga terwujud di daerah lain.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post