Manado, Barta1.com – Tongkrongan Teknik. Itu nama sebuah cafe yang beralamat di Jalan Politeknik, Kelurahan Kairagi II, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. “Nama bisa menghipnotis orang untuk bisa berkunjung. Karena kalimat teknik sudah menjadi identik bagi mahasiswa Politeknik Negeri Manado, yang juga menjadi pasar bagi saya,” ungkap Owner Cafe Tongkrongan Teknik, Juna Ngongoloy (24) kepada Barta1.com, Jumat (18/11/2022).
Cafe yang berukuran 10×7 meter itu memadukan fasilitas tempatnya, dengan tempat duduk dan lesehan beralaskan karpet hitam disertai mejanya. Tergantung, pengunjung akan menikmati fasilitas yang ada.
“Fasilitas cafe dibuat 2 versi. jika lesehan khusus buat yang ingin diskusi membaca, atau rapat. Jika menggunakan tempat duduk, untuk mereka yang akan makan atau mengerjakan tugas,” terangnya.
Tolak kriminalitas, solidaritas teknik tanpa batas, jika kalian teknik kita sudara, haram bagi kami manja di teknik, selesaikan revisi agar bisa resepsi, hitam aliranku tapi bukan sesat jalanku, tongkrongan kami. bukan, tongkrongan pecundang, nanti kita ceritakan tentang hari ini. Itu beberapa tulisan, yang terpampang di dinding cafe tongkrongan teknik.
“Tulisan terpampang di cafe ini saya buat sendiri. Jadi, saya bukan hanya menjual menu saja, melainkan menjual nuansa. Dengan tulisan yang ada, bisa membuat pengunjung terhibur. Kebanyakan terlihat melakukan story’ atau siaran langsung,” tuturnya.
Dengan memanfaatkan bahan bekas, seperti tripleks dan cat bekas, Ngongoloy mampu menghipnotis pengunjung dengan tulisan-tulisan tersebut. Bukan itu saja, lelaki kelahiran Temboan, 14 April 1998 itu menyediakan tripleks bekas berukuran 40×40 senti bertuliskan ‘Sapa tau Nn Pe Jodoh Disini’. Tulisan tersebut mengajak setiap pengunjung, yang datang di Cafe tersebut, untuk mengisi akun IG-nya, atau bisa melihat akun IG orang lain.
Sejak dibuka bulan Oktober 2022, mahasiswa menjadi konsumen terbanyak mengunjungi Cafe Tongkrongan Teknik itu, dengan berbagai kesibukan, yakni mengerjakan tugas, santai, rapat, dan diskusi.
Apalagi dengan menu makanan, cemilan dan minumannya. Cafe Tongkrongan Teknik tidak kalah dengan cafe lainnya, yang bisa membuat pengunjung beta dan bertahan lama. Menu makanan yang disediakan berupa, nasi ayam geprek, nasi goreng spesial, nasi goreng telur, nasi goreng sosis, nasi goreng reguler, nasi tahu tempe crispy, nasi telur, dan mie ceplok.
Sedangkan, cemilan ada goroho stik, pisang cerai, pisang kipas dan pisang coklat keju. Jika minuman, ada kopi hitam, kopi susu, cappucino, moccachino, vanillalatte, matcha, caramel macchiato, fanta susu, susu putih, teh manis, dan nutrisi.
Adapun minuman spesial, yaitu melon jahat, rainbow squash, orangge sauash, dan melon squash. “Semua menu harganya, disesuaikan dengan kebutuhan dari pasar kami, yakni mahasiswa. Disini terendah harga minuman 6 ribu, cemilan 10 ribu. Sedangkan, makanan ada 10 ribu,” cetusnya anak pertama dari tiga bersaudara. Dari pasangan Altin Ngongoloy dan Julita Tulung ini.
Alumni Informatika Politeknik Negeri Manado ini menambahkan, cafenya dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 15.00 WITA hingga 02.00 WITA. Bagaimana pendapat pengunjung dengan Cafe tongkrongan teknik?
Daud Muaja (21), mahasiswa Administrasi Bisnis terlihat menggunakan fasilitas lesehan di Cafe Tongkrongan Teknik sambil menggerakkan mouse. Mahasiswa kelahiran Talaitad, 4 Agustus 2001 ini. Terlihat sibuk mengerjakan tugas kampusnya.
Dilengkapi, cemilan pisang stik dan segelas kopi hitam. Ia terlihat santai mengerjakan tugasnya, seperti tanpa ada beban. Apalagi, Ngongoloy (Owner Cafe tongkrongan teknik) sedang memutar musik, yang berjudul dia, karya Anji. Membuat, Daud sesekali ikut bernyanyi tembang tersebut. Seperti pengunjung lainnya, Daud ikut terhibur dengan suasana yang ada. “Saya suka ke cafe ini karena suasana dapat. Dengan lesehan sambil membuat tugas terasa nyaman. Apalagi menunya. Seperti makanan, minuman dan cemilan bisa dijangkau, sesuai dengan kemampuan saya sebagai mahasiswa,” pungkasnya.
Pantauan Barta1.com, aktivitas di cafe tongkrongan teknik. Juna Ngongoloy selaku owner tidak bekerja sendiri. Ia di bantu pacarnya Reina Paendong, mahasiswa aktif jurusan akuntansi Politeknik Negeri Manado.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post