Manado, Barta1.com – Fraksi Golkar DPRD Sulut meminta Pemerintah Provinsi Sulut memperhatikan antrian panjang yang sering terjadi di SPBU disejumlah lokasi.
Permintaan itu, disampaikan langsung oleh anggota Fraksi Golkar DPRD Sulut, Careig N Runtu. “Fraksi Golkar meminta Gubernur dan wakil Gubernur Sulut untuk bisa memperhatikan antrian solar dan pertalite yang begitu panjang, sehingga menganggu aktivitas dari kendaraan umum,” ujarnya di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Kamis (29/09/2022).
“Gangguan dari antrian panjang ini terjadi di jalan-jalan utama. Tetantunya, dengan kenaikan BBM ini kiranya diberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperolehnya,” pintanya Runtu sembari meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait memperhatikan kondisi yang terjadi di lapangan.
Setelah mendengarkan masukan dari pimpinan badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Sulut ini, langsung ditanggapi oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulut tidak diam, pemerintah selalu berkoordinasi dengan pihak Pertamina, SDM, dan Biro Ekonomi terkait kondisi yang terjadi di lapangan. “Alokasi anggaran kita tidak ada yang kurang, bahkan lebih untuk penyediaannya. Pertanyaan saya, siapa yang sembunyikan BBM ini, ada permainan di lapangan,” ujarnya.
Lanjut Kandouw, ada pemain-pemain BBM di lapangan. “Penjagaan sudah begitu ketat, masih ada saja permainan yang sangat luar biasa. Contohnya, terek-terek besar yang tadinya hanya 100 liter, diganti kapasitas tangkinya 300 liter, jadi sekali dagang sudah 1000 liter satu hari,” jelasnya.
“Cara-cara seperti ini harus kita lawan, ada gula pasti ada semut. Jika ada peluang, pasti ada maling, untuk itu mari kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post