Talaud, Barta1.com — Jumat, 18 Februari 2002, pesisir Melonguane Barat cukup cerah. satu unit speedboat ambulance laut diluncurkan dan mengapung indah di laut negeri berjuluk Porodisa. Beberapa warga dengan mata berkaca seakan baru menemukan sebuah kata: “Setiap orang punya cara berbagi kasih dengan sesama”.
Armada ambulance laut itu milik Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Jekmon Amisi SH sebagai wujud kepedulian yang unik untuk warga di negeri pulau-pulau ini.
Setiap warga yang memakai fasilitas itu tidak dipungut sepeser pun. Karena bagi Jekmon Amisi, hal terbesar yang sangat membahagiakan dalam hidupnya yaitu saat melihat orang lain bahagia.
Kisah kebaikan hati yang unik dan mengharukan ini ternyata bukan hal baru dalam hidup Jekmon Amisi. Sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi salah satu pimpinan dewan, Jekmon Amisi telah memelihara tradisi berbagi.
Pemberian Manumbalang, Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Cabang Talaud kepada Barta1.com mengatakan, sifat suka berbagi Jekmon Amisi itu sudah lama diketahui warga. Bahkan selalu dilakukannya jauh sebelum dia menjabat Ketua KPU 2 periode.
“Saat ia memberikan bantuan baik dalam bentuk pangan, biaya perawatan kesehatan atau rumah sakit kepada warga, selalu dilakukan secara diam-diam. Bahkan saat tercium oleh awak media, ia selalu meminta kepada kami untuk tidak diekspos,” kata Manumbalang.
Menanggapi sifatnya yang tak mau diekspos saat membantu warga, ketika diwawancarai, Jekmon Amisi mengatakan, tidak etis kalau bantuan pribadi itu diekspos.
“Dalam etika hidup kan kita semua tahu ungkapan memberi dengan tangan kanan jangan sampai diketahui oleh tangan kiri. Memberi itu berarti tulus dan ikhlas. Perasaan orang yang kita bantu juga harus kita jaga. Kalau diekspos bisa jadi mereka merasa malu,” ungkap Jekmon.
Dikatakanya, bantuan yang harus diekspos itu adalah bantuan yang bersifat kelembagaan. “Bantuan lembaga pemerintah harus diekspos karena sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada publik. Tapi kalau bantuan pribadi lalu dibeber ke publik justru menjadi tidak etis,”kata dia.
Terkait armada speedboat ambulance laut miliknya, kata Jekmon, itu sudah merupakan impiannya sejak lama dan baru terwujud.
“Dulu saya sering menyewa perahu atau speedboat demi membantu masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya warga yang tinggal di pulau Salibabu, Kabaruan, dan Nanusa,” kata Jekmon.
Lanjutnya, di wilayah kepulauan ini untuk penanganan orang sakit atau keluarga yang ditimpa duka terkendala akses ke rumah sakit yang jauh dan harus menggunakan transportasi laut.
“Untuk membantu kesulitan yang dialami warga inilah saya membangun Speedboat ambulance Laut sehingga warga yang sakit cepat mendapatkan penanganan di RSUD Mala,” ungkapnya.
Saya bersyukur pada Tuhan, kata dia, karena impian saya untuk bisa punya Speedboat ambulance laut kini sudah terwujud dan bisa dipakai untuk menolong warga yang membutuhkan.
Sementara bagi warga, kebaikan hati Jekmon Amisi telah mengisi lembaran cerita tersendiri dalam catatan indahnya berbagi di hati masing-masing orang di negeri perbatasan ini. (*)
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post