Manado,Barta1.com — Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II bersama Bank Sulut-Go (BSG) kembali digelar untuk pertama kalinya di tahun 2022. Momen itu bergulir di Ruang Komisi II DPRD Sulut, Senin (14/02/2022).
RDP tersebut menuai banyak pertanyaan dan masukan dari anggota Komisi II DPRD Sulut, salah satunya Kristo Ivan Lumentut. Politisi Demokrat itu mendapat kesempatan bekomunikasi langsung dengan Direktur Utama Revino Pepah, didampingi Direktur Umum Joubert Dondokambey, Direktur Kepatuhan Pius Batara dan Direktur Pemasaran Mahmud Turuis.
“Saya ingin tahu strategi apa yang akan dilakukan Direksi dan jajaran BSG untuk mendorong angka kredit produktif. Karena, dari data yang ada kredit sebesar 13 triliun lebih pada Desember 2021, dan yang masuk kategori kredit produktif itu hanya 1,2 atau tidak sampai 10%, dan hampir 90% ini gaji konsumtif,” tanya Sekretaris Fraksi Demokrat ini.
Lanjutnya, masuk bulan ke 2 ini, langkah apa yang dilakukan untuk mendorong kredit produktif ini.
“Saya juga ingin bertanya berapa persen kredit usaha rakyat (KUR) yang direalisasikan dari angka kredit yang ada,” tanya Ivan lagi.
Mendengarkan pertanyaan wakil ketua Komisi II DPRD Sulut ini, langsung ditanggapi oleh Direksi BSG, Revino Pepah.
“Kita akui kredit produktif kita menurun di 2 tahun terkahir ini karena adanya Covid-19, untuk mempertahankan provide kita, terpaksa kita main di konsumen. Di mana kita tingkatkan kredit konsumtif yang di dalamnya ada pensiunan dan PNS. Dan yang didorong lebih banyak kemarin itu adalah pensiunan,” jawabnya.
Pepah melanjutkan, tujuan dari kredit konsumtif ini untuk menahan provide. Bila BSG tidak memainkan kredit konsumtif dalam 2 tahun ini mungkin penurunan labanya sudah beranjak naik.
“Dan kami mengharapkan pula di tahun 2022 kredit produktif bisa naik sehingga apa yang ditargetkan oleh Kementrian Keuangan sebesar 200 milyar bisa dipenuhi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kredit Produktif akan ditingkatkan di tahun 2022 melalui KUR. Kredit kecil itu menurut Pepah bisa sampai Rp 500 juta, sedangkan mikro di bawah Rp 50 juta. Produk yang diterbitkan adalah Bohusami Bakobong, Batibo, Basoma, Berternak serta Perempuan dan Anak. Ada pula kredit yang dikhususkan untuk orangtua tunggal.
“Ini adalah kredit-kredit kecil yang kita buat untuk meningkatkan ekonomi kemasyarakatan. Dan permasalahan pada kredit tersebut hanya kecil yakni 0,5%. Dan, di tahun 2022 akan kami tingkatan guna meningkatan kredit produktif,” cetus dia.
Terpantau yang memimpin RDP bersama BSG adalah Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian, didampingi anggota lainya yaitu Alfian Bara, Inggried Sondakh, Herry Rotinsulu dan Sandra Rondonuwu. Rapat dilakukan dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post