Manado,Barta1.com – Mari menulusuri kegunaan minuman susu jahe merah dicampur bunga lawang asal Suka Bumi. Minuman tradisional asal Suka Bumi ini dapat ditemukan di jalan Bolivard 2, tepatnya berdekatan dengan Jembatan Bobo, Karangria, Kota Manado.
Ipung Julyandi warga Suka Bumi ini ketika diwawancarai Barta1.com, Selasa (27/12/2021) menyebut, kegunaan susu jahe merah dengan bunga lawang bagi tubuh manusia itu sangat banyak. “Kegunaan minuman ini untuk melancarkan pencernaan, dan menghindari penyakit kelenjar.” Ungkap Ipung.
“Jahe merah lebih baik daripada jahe putih. Karena kegunaannya, menghilangkan nyeri otot, mengurangi tingkat tekanan darah dan meningkatkan aliran darah,” lanjutnya lagi.
Sedangkan manfaat bunga Lawang menurutnya, mengatasi infeksi jamur dan bakteri, dan mencegah gigitan nyamuk. “Jika susu kan kita sudah ketahui bersama kegunaannya. Disini ada dua Jenis minuman, selain susu jahe merah dan bunga lawang, ada juga, campuran susu, telur ayam atau bebek, madu, jahe merah dan bunga lawang atau disingkat (STJM),” tuturnya sembari menyebut dirinya baru 3 bulan menjalankan usahanya di Kota Manado.
“Untuk minuman STJM panas kegunaannya untuk mengembalikan kebugaran tubuh, atau baik bagi yang sudah berkeluarga kan menambah stamina,” imbuhnya sembari tersenyum.
Ia menambahkan, tidak ada campuran apapun dalam minuman ini, semuanya hasil dari tumbuhan alam yang dicampurkan. “Minuman ini sangat baik bagi anak-anak, lansia, orang dewasa dan ibu hamil,” ucapnya lagi.
Ketika ditanya terkait keuntungan dari penjualan dari minuman tradisional asal Suka Bumi tersebut, Ia mengatakan awal dibuka bulan Oktober belum ada keuntungan, bisa dihitung pendapatan setiap 2 Minggu terakhir. “Pendapatan awal saat penjualan itu hanya 60 ribu, ada 55 ribu, dan tidak bisa memutar bahan-bahan yang diperlukan. Namun, itu hanya berjalan 2 Minggu saja, di atas dari itu sudah banyak ingin mengetahui minuman ini. Bisa dibilang sudah balik modal awal yang menghabiskan Rp. 10.500.000 ribu dari gerobak hingga bahan-bahan minuman, dengan jangka waktu 3 Bulan saja,” ujarnya.
Awal cerita Ipung Julyandi mengetahui minuman tradisional Suka Bumi dan keberadaanya di Kota Manado. Lelaki 25 tahun yang setiap harinya bertempat tinggal di pinggiran jembatan Bobo, Karangria, Kota Manado ini menceritakan, kegemarannya membuat minuman tersebut dari kampung halaman. “Untuk mengelola minuman ini belajar di Kampung Suka Bumi. Karena, disana banyak berjualan begini. Disana saya hanya ikut-ikut membantu teman disana sambil belajar,” jelasnya.
Merantau ke Kota Manado sebenarnya bukan untuk membuka usaha melainkan untuk mencari kerja. “Kedatangan saya di Kota Manado pada bulan Februari tujuannya untuk mencari pekerjaan, bukan untuk berusaha seperti ini. Tapi, lama kelamaan saya berpikir untuk membuka usaha lebih baik. Awalnya usaha Bakso yang saya jalankan selama 7 Bulan, dan kemudian berhasil ke minuman Tradisional Suka Bumi ini,” tutupnya.
Diketahui harga dari minuman tersebut terbilang murah yakni gelas besar Rp. 10.000, sedangkan yang kecil 6.000.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post