Minahasa, Barta1 — Pembangunan berbasis lingkungan menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan Balai Sungai Sulawesi (BWSS) I. Salah satu lembaga vertikal Kementerian Pekerjaan Umum di Sulawesi Utara itu, menjadi inisiator penanaman 5.000 bibit pohon di seputar kawasan tangkapan air Danau Tondano.
Kegiatan penanaman bibit pohon dilakukan di Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa, Jumat (29/10/2021). Seremonial kegiatan bertajuk “Penanaman Bibit Pohon Pada Daerah Tangkapan Air Danau Tondano” itu adalah rangkaian Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air.
Remboken sendiri adalah daerah yang berada di pesisir Barat Danau Tondano. Otomatis kawasan vegetasi di kecamatan itu menjadi daerah tangkapan air yang menyuplai keberlangsungan ekosistem di Danau Tondano. Selanjutnya, 500o bibit pohon rambutan, durian dan mahoni ditanam secara masif dan berkelanjutan pada 11 desa di Remboken.

Kepala Balai Sungai Sulawesi I, Ir I Komang Sudana MT menyatakan, upaya pelestarian lingkungan jangan hanya berlangsung dalam seremoni saja. Upaya itu sejatinya harus muncul dalam bentuk kesadaran masyarakat. Aparat desa juga wajib berperan aktif untuk memacu partisipasi warganya, sekaligus menjadi motor dalam pelestarian.
“Apalagi dalam data menyatakan area tangkapan air berkurang masif akibat aktivitas masyarakat, karena itu diingatkan pentingnya pelestarian lingkungan lewat partisipasi aktif para Hukumtua (kepala desa) dan masyarakat, para Hukumtua jangan berhenti mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan,” cetus Sudana.
Penanaman bibit pohon di Kecamatan Remboken juga melibatkan sejumlah kelompok pegiat sungai dan masyarakat. Termasuk Pemkab Minahasa yang ikut berkepentingan dalam kerja-kerja lingkungan di seputaran Danau Tondano, Asisten I Pemkab Minahasa, Reviva Maringka, menyatakan pemerintah daerah mendukung sepenuhnya upaya BWSS I di wilayah kerja mereka.

Apalagi kata dia, manfaat Danau Tondano sangat besar untuk masyarakat. Sehingga upaya berbagai pihak untuk melakukan penanaman pohon di daerah tangkapan air, termasuk yang sementara dilaksanakan BWSS I, memiliki peran penting dalam mempertahankan siklus hidrologi, menyimpan air dan mempertahankan kesuburan tanah.
“Kami dukung untuk menanam pohon pohon sebanyaknya dan jangan sembarang alih fungsi lahan, tidak menebang pohon karena bisa menyebabkan sedementasi Danau Tondano,” ujar Reviva, mengingatkan.
Hal sama diingatkan Rio Palilingan, anggota DPRD Minahasa, yang hadir dalam kegiatan itu. Dia menyebut banyak peradaban besar dalam sejarah umat manusia dimulai dari pesisir sungai ataupun danau. Karenanya, mengawal kualitas air adalah kerja besar yang harus dilakukan semua pihak, termasuk warga Kecamatan Remboken yang hidup di pesisir Danau Tondano. (*)
Peliput: Ady Putong


Discussion about this post