Covid-19 menyisakan seribu satu kisah pelik bahkan menyedihkan. Mulai dari kasus kematian, keterpurukan ekonomi hingga banyaknya kesulitan yang dialami masyarakat selama masa pandemi. Tak kurang juga soal kebijakan anggaran yang harus dipikirkan secara matang oleh pemerintah daerah untuk menahan laju pertambahan kasus. Tekait masalah tersebut, Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong) adalah salah satu daerah yang menjadi perhatian khusus wakil rakyat di DPRD Sulut.
Anggota DPRD Sulut Dapil Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya, Yusra Alhabsyi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk memberikan perhatian serius ke wilayah Bolmong dan Kota Kotamobagu dari segi penangan Covid-19.
“Saya perlu sampaikan kepada pak Gubernur, bahwa data selama ini disebutkan bahwa wilayah Bolmong statusnya orange. Saya orang yang menyaksikan ini, dan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah termasuk secara teknis dengan Dinas kesehatan ternyata mereka tidak melakukan tes kepada masyarakat. Saya juga mengambil sampel di 5 kantor puskemas di wilayah Bolmong tidak memiliki alat trans antigen, bahkan tidak ada stok di kecamatan-kecamatan tersebut,” ungkap Alhabsyi di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Senin (6/9/2021).
Pernyataan tersebut disampaikan pada rapat paripurna penandatangan nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Sulut tahun anggaran 2021, serta penyampaian/penjelasan Gubernur Sulut terhadap ranperda tentang tata cara penyusunan program peraturan daerah dan ranperda tentang hukum bagi masyarakat miskin.
Alhabsyi pun mengatakan di Bolmong tidak tersedia anggaran penangan Covid-19. “Saya menghubungi kadis kabupaten, dan yang bersangkutan menyampaikan kepada saya bahwa tidak tersedia anggaran dan bahanya di Kabupaten Bolmong. Kondisi di sana sangat memperihatinkan bahkan hampir di semua desa. Kurang lebih setengah bulan yang lalu, bukan hal yang asing ketika orang mendengarkan kata turut berduka cita dan Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Untuk itu, sebelum lebih parah di wilayah Bolmong, tentunya gubernur mengambil langka-langkah sesuai koordinasi dengan pemerintah daerah ke depannya. Jangan dilihat aman, namun kondisi tidak aman,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini.
Wakil rakyat lainnya, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) juga menceritakan kondisi yang ada di Bolmong terkait penanganan Covid-19. “Apa yang disampaikan oleh pak Yusra Alhabsyi itu adalah temuan kontekstual kita di lapangan. Saat Komisi IV berkunjung ke Bolmong. Dan datang ke salah satu SMA, saat ditanya sudah vaksin, jawabnya mereka baru beberapa persen,” ucap anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.
“Beberapa kali teman-teman anggota DPRD menyampaikan bahwa ada penciuman yang sudah hilang tidak dilakukan testing, ini kan menjadi persoalan, padahal semangat kita bersama sekarang menunggalangi kesehatan, makanya perangkat teknis didalamnya perangkat daerah, kepalanya harus dievaluasi,” tegasnya.
Tanggapan Alhabsyi dan MJP langsung ditanggapi oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. “Dari data Pemprov Sulut, Bolmong Raya itu zona kuning. Kemarin Boltim zona merah, dan sudah orange. nanti pertanyaan pak Yusra tadi, nanti kami akan cek di lapangan,” tutup OD.
Peliput : Meikel Pontolondo, Ferdinand L Putong
Editor: Ferdinand L. Putong


Discussion about this post