Sitaro, Barta1.com – Lomba Video Baca Puisi yang diselengarakan Karangetang Creative Community (KCC), Kabupaten Kepulauan Sitaro tahun 2021 kini tengah memasuki tahapan penjurian.
Lomba yang terbuka untuk peserta se-Sulawesi Utara usia 12-18 tahun ini kata Ketua Panitia Pelaksana Zadrik Dauhan, diikuti 31 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara yang telah mengirimkan video mereka. “Video-vedeo itu kini telah memasuki tahapan penjurian,” ujarnya.
Iverdixon Tinungki, Ketua Dewan Juri lomba tersebut saat ditemui Kamis (2/9/2021) di Manado, mengatakan ada 4 aspek yang dinilai dalam lomba yaitu interpretasi, penghayatan, teknik pembacaan, dan cretivitas pembuatan video.
Dari 31 video yang masuk untuk dinilai rata-rata peserta tampil keren. “Sekitar 90 persen peserta menunjukan kemampuan yang relatif baik dalam aspek interpretasi dan penghayatan terhadap teks puisi yang mereka bacakan. Lebih dari 50 peserta telah menunjukkan kemampuan teknik membaca yang bagus. Sekitar 40 persen peserta telah menunjukan kreatifitas dalam pembuatan video,” kata dia.
Menurutnya, tiga aspek pertama mendapatkan prosentase nilai yang lebih besar, karena penilaiannya ditekankan pada pembacaan puisi bukan pada kreatifitas pembuatan video. Aspek kreatifitas pembuatan video prosentase nilai kecil karena mengingat usia peserta dan keterbatasan peralatan yang dimiliki peserta dalam menggarap video.
“Ya jadi penekan penilaian lebih besar pada pembacaan. Namun yang jelas saat menonton video mereka saya sangat senang, terharu dan bahagia karena semua peserta telah menunjukan kemampuan terbaik mereka,” kata Iverdixon.
Dijelaskannya, baca puisi merupakan proses memfungsikan imaji, mengaktualisasi, dan memfungsikan taks puisi menjadi karya pertunjukan untuk publik. Itu sebabnya katanya lagi, aspek penilaian pertama adalah interpretasi karena sebelum membaca, peserta harus lebih dulu memahami makna puisi yang akan dibacanya. Setelah memahami teks, peserta akan bertemu penghayatannya akan makna teks untuk kebutuhan pembaca, dan cara mengaktualisasikannya. Kemudian aspek teknik membaca.
“Teknik membaca itu antaranya vokal yaitu cara menempatkan keras lembutnya suara, artikulasi atau kejelasan dalam melafalkan, intonasi atau tinggi rendahnya pembacaan, tempo atau ketepatan mengaktualisasikan makna, ekspresi wajah dan ekspresi tubuh,” jelas Iverdixon.
Daftar Nama-nama Peserta:
- C. S. Tatimu
- C.C.M. Taroreh
- A. S. Mamesah
- P. V. Pulumbara
- F. A. Singah
- J. E. Pondaag
- R.K. N. Kaumbur
- G. R. Singgano
- J.F. E. Taiwilang
- S. L. R. T. Salasughi
- H. K. W. Lestari
- K. Kundimang
- K. E. Mukau
- D. A. Tindi
- MD Rumimpunu
- P. Z. Nicolas
- P. C. Lukas
- A. L. Sawotong
- F. Ginsu
- C. S. Kendung
- T. Walalangi
- H. E. Tindage
- M. Smith
- C. R. K. Kindangen
- N. Maniku
- C. Ticoalu
- A. Abigail
- G. P. S. Mose
- M. M. Tamalero
- R. B. Ardiansyah
- A. K. Sambuaga
Penulis : Ady Putong


Discussion about this post