Sitaro, Barta1.com – Menghadapi pandemi Covid-19 secara merata laju pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah melambat. Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), positif di angka 1,03 % (persen) dan berada di posisi kedua tertinggi di Provinsi Sulut.
Asisten II Setda Sitaro, DR Agus T Poputra mengungkapkan, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 laju pertumbuhan ekonomi Sitaro berada pada posisi kedua apabila dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota di Sulut.
“Tahun 2020 positif di angka 1,03 persen. Angka ini tertinggi kedua di Sulut setelah Bitung yakni 1,37 persen. Disementara sebagian besar kabupaten/kota lainnya di Sulut tumbuh negatif,” ungkap Poputra, pada Barta1.com Senin (22/3/2021).
Terpisah Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sitaro, Ronald Pakasi SE MSi menjelaskan, ada dua sektor yang berkontribusi minus sehingga melambatnya laju pertumbuhan yakni sektor transportasi dan pergudangan serta penyediaan dan makan minum.
“Ini disebabkan pembatasan kegiatan di bidang transportasi baik darat maupun laut serta kegiatan masyarakat dalam penyediaan akomodasi bahkan rumah makan terutama berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Dimana sebelumnya kegiatan turut berkontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi, tapi karena pandemi, mengalami penurunan,” jelas Pakasi.
“Data Sitaro dalam angka menunjukan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Kepulauan Sitaro, untuk sektor transportasi dan Pergudangan pada tahun 2020 sebesar 232 216,30 dibandingkan tahun sebelumnya 2019 menurun 245 507,49. Sedangkan untuk penyediaan akomodasi dan makan minum pada tahun 2019 sebesar 17 069,07, sedangkan tahun 2020 menurun 15 276,33,” katanya lagi.
Sedangkan sektor yang memberikan kontribusi positif atau kenaikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yakni sektor pertanian, perikanan dan kesehatan. “Sektor pertanian dan kesehatan disebabkan kedua sektor menjadi sektor unggulan di daerah. Sedangkan kesehatan, karena ditengah pandemi, sebagian kegiatan terfokus pada kesehatan,” tukas dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Raymond Kodoati dalam jumpa pers awal 2021 melambatnya pertumbuhan ekonomi disebabkan masa pandemi Covid-19.
“Untuk pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara -0,99, Bolmong 0,80, Minahasa -1,03, Sangihe 0,50, Talaud 0,42, Minsel -0,77, Minut -0,88, Bolmut 0,71, Mitra -0,64, Bolsel 0,63, Boltim 0,18, Manado -3,13, Bitung 1,37, Tomohon -0,41, Kotamobagu 0,20 Sitaro 1,03 persen,” urai Kodoati.
Peliput : Stenly Rein Mes Gaghunting


Discussion about this post