Manado, Barta1.com – Komisi III DPRD Sulut ‘murka’ kepada jajaran Kelurahan Malendeng, Camat Tikala, dan PT Cipta Karya yang tak hadir pada rapat dengar pendapat, di Ruangan Paripurna DPRD Sulut, Jumat, (5/3/2021).
Rapat yang dibuat Komisi III DPRD Sulut membahas penanganan banjir yang terjadi di Kelurahan Taas, Tingkulu, dan Perumahan Welong Malendeng. Kesempatan itu, Anggota DPRD Sulut Dapil Kota Manado, Agustine Kambey menegaskan kepada jajaran Kelurahan Malendeng, beserta camatnya jangan terlalu ‘pandang enteng’, diundang membahas masalah rakyat malah tidak hadir.
“Seharusnya disisa waktu dua bulan ini, bisa memperlihatkan kinerjanya guna mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Taas, Tingkulu dan Perumahan Welong Malendeng. Tidak hadirnya mereka pada hari ini, saya menilai mereka tidak menghargai panggilan Komisi III DPRD Sulut. Nanti ketemu dilain waktu,” ujarnya.
Yongki Limen, kolega Kambey dari Dapil Manado meminta, Wali Kota Manado mundur dari jabatannya, jika tidak bisa menyelesaikan permasalahan banjir yang dihadapi masyarakat Taas, Tingkulu, Perumahan Welong Malendeng. “Saya memberikan masukan agar Walikota Manado bisa mundur jika tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Berikan saja kepada pelaksana tugas (Plt) yang siap bekerja,” tuturnya.
Jangan susahkan masyarakat. Masyarakat Kota Manado ini tanggungjawab Pemkot Manado. “Masalah banjir sampai hari ini belum ada solusinya, lebih baik Walikota Manado mundur saja,” tambah Yongkie.
Bukan itu saja, anggota DPRD Sulut lainnya, Amir Liputo memberikan salamnya kepada PT Cipta Karya. “Saya menyampaikan salam kepa pihak PT Cipta Karya yang tidak hadir pada hari ini, yang seharusnya mereka juga hadir pada RDP. Dimana peran mereka sangat penting dalam menangani masalah banjir yang terjadi dibeberapa kelurahan ini, apalagi terkait saluran-saluran yang ada di setiap perumahan,” ucapnya.
Amir menambahkan, jika saat ini mereka tidak datang pada RDP, akan diundang kembali. Dan jika tidak datang lagi, maka dari itu, akan ditindak sesuai dengan perundang-undangan, masalah terkait ketentraman masyarakat jangan diperhambat.
Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos juga memberikan tanggapannya bahwa RDP dengan mengundang beberapa stakeholder yang ada, guna mencari solusi jangka pendek dan panjang pada masalah banjir yang dialami masyarakat kelurahan Taas, Tingkulu dan Perumahan Welong Malendeng. Diketahui, RDP dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos dan dihadiri beberapa stakeholder seperti Balai Sungai Sulawesi 1, masyarakat perwakilan Taas, Tingkulu dan Welong Malendeng, Perkim Manado, Perkim Sulut, PT SMA, PU Sulut dan Balai Jalan Nasional XV Manado.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post