Manado, Barta1.com – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulut, Theodorus JB Rumampuk SH MH meraih penghargaan The Most Popular 2021 dari International Human Resources Development Program (IHRDP Foundation), yang berlangsung di Hotel Aston Manado, Sabtu (30/1/2021).
Pria kelahiran Kota Bitung ini, menjadi penerima penghargaan paling muda di usia 39 tahun dan juga merupakan salah satu dari 15 orang penerima penghargaan kategori eksekutif, serta satu-satunya aparat penegak hukum di Sulut, yang mendapat penghargaan tersebut.
Chairman IHRDP Gene Vincent, mengungkapkan tujuh kriteria dan indikator penerima penghargaan IHRDP, yakni
dapat dicontohi dan menjadi teladan di masyarakat, berprestasi dan berdampak nasional bagi masyarakat, mampu meningkatkan kualitas dan produktifitas sumber daya manusia, mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia serta memperkuat jati diri dan kepribadiannya dengan memberi wawasan dan makna bagi pembangunan bangsa.
Kemudian memiliki visi dan misi dalam pengembangan SDM yang maju dan mandiri, figur yang kreatif dan inovatif dan terakhir figur yang berprestasi, berdedikasi dan panutan di bidangnya.
“Lewat kajian dan seleksi yang dilakukan panitia dibantu tim pengamat baik secara langsung maupun lewat media massa cetak dan elektronik, maka diberikan penghargaan,” ujarnya.
Dijelaskannya, IHRDP Foundation adalah lembaga yang pemberi penghargaan, lembaga pembantu penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, lembaga non politik dan non profit sesuai keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No AHU 2008.AH.01.04.Tahun 2010.
“Banyak selamat. Semoga penghargaan yabg diterima menjadi kembanggaan diri dan keluarga tapi juga memacu semangat dan motivasi untuk meningkatkan kinerja serta terus meningkatkan sumber daya manusia yang maju dan mandiri,” ujar Gene Vincent.
Lalu bagaimana tanggapan Theodorus Rumampuk? Pria yang akrab disapa Theo ini mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas penghargaan tersebut. “Ini sebuah kebanggaan tapi juga sekaligus tantangan untuk terus berbuat yang terbaik,” ujar bapak satu anak ini.
Dirinya mengaku sama sekali tidak mengetahui jika selama ini dinilai oleh IHRDP Foundation. Surat Pemberitahuannya dikirim lewat Sekretariat Kantor dan saya diserahkan oleh staf di Kantor,” ujarnya.
“Mereka tentu mempunyai penilaian tersendiri, apalagi IHRDP Foundation merupakan lembaga resmi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI. Tentunya saya berterima kasih kepada IHRDP Foundation yang telah memberikan penghargaan tersebut kepada saya,” ungkapnya.
Bagi Theo, penghargaan ini tak lepas dari berkat dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, lewat kepercayaan tugas yang diberikan pimpinan di Kejati Sulut dalam hal ini Kepala Kejati Sulut, A Dita Prawitaningsih SH MH, dan mantan pimpinan dimana dirinya pernah bertugas serta dukungan teman-teman diKejaksaan selama ini.
“Bekerja sebagai seorang jaksa pasti banyak tantangannya. Namun selama kita bekerja sesuai aturan dan mengandalkan Tuhan, pasti akan baik-baik saja.” pungkas Theo seraya berharap ke depan semakin banyak tokoh-tokoh Sulut yang meraih penghargaan ini.
Diketahui, beliau dikenal dengan siswa berprestasi di SD GMIM 2 Bitung, SMP Negeri 2 Bitung dan SMA Negeri 2 Bitung. Bahkan saat kuliah di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, ia berhasil meraih gelar S1 Program Studi Ilmu Hukum dan S2 Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Hak Asasi Manusia dengan predikat cum laude.
Menariknya, pria murah senyum ini awalnya bercita-cita menjadi pengajar. Bahkan dia sudah melamar menjadi dosen. Namun Tuhan punya rencana lain buatnya. Saat mengambil S2, Theo diajak teman-teman kuliahnya ikut seleksi penerimaan CPNS di kejaksaan dan lulus.
Ia pun mengawali kariernya sebagai CPNS pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung tahun 2006 lalu setahun kemudian diangkat menjadi PNS di Kejari Bitung. Hebatnya di tahun 2007, Theo dipercaya menjadi Sespri Kejati Sulut, Titiek S Mokodompit SH MH, selama satu tahun.
Lalu di tahun 2008-2009, dirinya menjabat Kasubsi Idiologi Politik dan Barang Cetakan pada Asisten Intelijen Kejati Sulut. Selanjutnya, anak bungsu dari 3 bersaudara ini menjadi Jaksa Fungsional di Kejari Melonguane tahun 2009-2010 dan di Kejari Manado tahun 2010-2012.
Karier Rumampuk terus naik, dengan mendapat kepercayaan menjabat Kasi Tindak Pidana Khusus di Kejari Tondano pada tahun 2012-2015 dan Kasi Intelijen Kejari Manado pada tahun 2015-2020. Bahkan sebagai seorang jaksa, Theo menangani banyak kasus tipikor dan perkara Pidana Umum yang salah satunya ketika menangani perkara mal praktik dokter di RSUP Kandou Manado, yang sempat heboh dan pernah menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan yang melibatkan terdakwa WW alias Wensi TKP Tugu Boboca Malalayang.
Dan sejak 29 Juli 2020 sampai sekarang, Theo menjabat Kasi Penkum (Humas) Kejati Sulut dengan pangkat Jaksa Madya golongan IVa.
Semasa kariernya, pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut ini, mengikuti sejumlah diklat penting diantaranya Diklat Intelijen Dasar di BAIS TNI Bogor dan Diklat Revolusi Mental dii Kejaksaan Agung RI.
Di luar Kejaksaan, Rumampuk pernah menjadi Dosen Fakultas Hukum Yayasan AZR Wenas UKIT pada tahun 2005-2017. Bahkan Theo kerap menulis opini tentang hukum di media massa saat menjadi mahasiswa dulu. Dimana salah satu tulisannya dipublikasi oleh Majalah Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 2004 hingga dihakciptakan oleh institusi pendidikan tersebut, sampai-sampai tulisannya ini mengilhami salah satu operator seluler terbesar untuk mendaftarkan semua kartu prabayar diregistrasi. Semua kinerjanya ini pun mendapat pengakuan dari IHRDP Foundation lewat penghargaan yang diterimanya ini.
Namun, bukan hanya kali ini Theo mendapat penghargaan. Sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPC GMNI Kota Manado ini, telah meraih Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun Presiden RI tahun 2016 dan Jaksa Terbaik II se-Sulut oleh Kepala Kejati Sulut tahun 2017.
Adapun penerima penghargaan kategori eksekutif The Most Populer 2021 lainnya oleh IHRDP yaitu Drs H Samsu Bahri Tulutugon MPd, Rektor Instititut Agama Islam Muhammadiyah Kotamobagu, Dr Moses M Wullur MPd, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unima, Dr Noudy Tendean SIP MSi, Direktur IPDN Kampus Sulut, Weenas Luntungan SH MH, Kadis Tenaga Kerja Kota Bitung; Sukron Mamonto SE MM, Wakil Ketua DPRD Bolaang Mongondow, Hj Farida Mooduto SPd MM, Kadis Pemberdayaan Perempuan & PA Bolmong, Rante Hattani SPd MSi, Kadis Pendidikan Bolmong Selatan, Dr Roy H Ticoalu, DK Praktisi Kesehatan Sulut, Fiona Fanya Lonan, Pengusaha Wanita Sulut, Piere Makisanti, Anggota DPRD Minahasa, Dr Heldy J Rogahang MTh, Wakil Rektor I IAKN Manado, Prof Dr Ir Sangkertadi DEA, Wakil Rektor Unsrat Manado, Jakob Mangole SE, Ketua DPRD Talaud dan Ferry Parera SE MM, Dirut Bank Prisma Dana Manado.
Peliput : Kimberly Mongkau


Discussion about this post