Manado, Barta1.com – Elemen pemuda Desa Sea, Kabupaten Minahasa, bergotong-royong membersihkan lingkungan. Salah satu objek yang dibersihkan adalah drainase di pinggiran lapangan Ranomawuri Sea. Akibat hujan deras beberapa hari lalu yang tinggi, drainase tersebut tersumbat dengan material pasir dan lumpur. Akibatnya, beberapa rumah di sekitaran lapangan tersebut terendam dengan air.
“Gotong-royong yang kami lakukan dari berbagai aliansi pemuda Desa Sea ini adalah kegiatan untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap salah satu pemuda Sea, Taufik Poli.
Lanjutnya, pembersihan drainase hanyalah upaya sederhana yang kami lakukan guna mencegah terjadinya banjir. Sesungguhnya banjir bukan hanya disebabkan oleh drainase tersumbat atau curah hujan tinggi, tapi lebih dari itu yakni krisis lingkungan atau krisis ekologis.
Mahasiswa UNPI ini menambahkan, pemerintah desa seharusnya punya program nyata yang lebih didalam hal menjaga lingkungan selain kegiatan kerja bakti lingkungan.
Senada dengan itu, tokoh pemuda Desa Sea, Wiranata Nusrin mengatakan kerjasama elemen pemuda Desa Sea dalam hal pembersihkan drainase merupakan hal yang terpuji. Dimana ada kesadaran dalam dari pemuda sea.
“Beberapa hari yang lalu drainase tertimbun lumpur akibat curah hujan tinggi. Elemen pemuda sea melakukan pembersihan guna mencegah banjir. Kedepannya harus ada upaya lanjutan antara pemdes dan elemen pemuda untuk mencegah banjir, upaya yang dilakukan harus lebih dari bersih-bersih drainase,” tambah Wiranata.
Hal yang sama disampaikan Ketua Remaja Mesjid, Rama Lihawa. “Ini adalah inisiatif yang baik. Salah satu gagasan yang sangat baik mengenai kegiatan peduli lingkungan semacam ini. Bagi para anak muda khususnya yang ada di Desa Sea,” ujarnya.
Kegiatan gotong royong diikuti sejumlah aliansi pemuda Desa Sea, diantaranya Ikatan Mahasiswa Sea (IKMA-SEA), Pemuda Desa Peduli Lingkungan, dan Remaja Masjid Nurut Taqwa Sea (RINWA).
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post