• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Polda Sulbar Lambat, TFP AMSI Pertanyakan Sebulan Terbunuhnya Demas Laira

by Agustinus Hari
21 September 2020
in Nasional, News
0
AMSI Bentuk TPF Usut Kematian Jurnalis Sulawesion.com Demas Laira

Almarhum Demas Laira. (foto: istimewa)

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mamuju Tengah, Barta1.com – Genap sebulan sudah kasus terbunuhnya jurnalis Sulawesion.com, Demas Laira, hingga kini kerja polisi belum menunjukkan progres mengungkap motif dan pelakunya.

Padahal, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Budi Sampurna pernah mengatakan akan segera mengekspose hasil penyelidikan polisi.

Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Demas Laira dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta kepolisian memberikan penjelasan ke publik terkait proses penyidikan kasus Demas Laira.

“Kami mendesak kepolisian untuk menyampaikan perkembangan penyidikan yang dilakukan atas terbunuhnya Demas Laira. Kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan padahal kita menunggu kerja nyata kepolisian atas masalah ini,” kata Anhar, Ketua TPF AMSI, Senin (21/9/2020).

TPF mendesak Polres Mamuju Tengah dan Polda Sulawesi Barat tidak membiarkan kasus Demas Laira berlarut-larut dan dapat memberikan informasi perkembangan pengusutannya.

Lanjut kata Anhar, kasus ini telah menjadi perhatian nasional bahkan internasional, dan semua menunggu perkembangan pengusutannya, ini akan menjadi catatan publik atas kerja kepolisian untuk bisa mengungkap motif dan pelakunya.

Hal yang sama dipertanyakan Supardi Bado, Pemimpin Redaksi Sulawesion.com. Menurutnya, hingga saat ini belum ada progres atas kasus pembunuhan tersebut, padahal sudah satu bulan lebih satu hari demas terbunuh.

“Kami selaku pimpinan media tempat Demas bekerja, kami mempertanyakan kinerja aparat kepolisian. Kok hingga saat ini tidak ada perkembangan apa-apa. Pihak Polres dan Polda terkesan diam ketika dikonfirmasi. Telepon dan pesan Whatsapp tidak ditanggapi, ini ada apa?,” tukasnya.

Padahal, satu pekan pasca kejadian tersebut, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy mengatakan, barang bukti berupa sepatu dan CCTW telah dikirim ke Laboratorim Forensik Makassar, tapi sampai saat ini tidak ada kabar seperti apa hasilnya.

Diketahui, Demas Laira (28) Jurnalis media siber Sulawesion.com ditemukan tewas bersimbah darah di jalur Trans Mamuju Palu Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kamis (20/8/2020) dini hari. Dia ditemukan oleh seorang sopir yang saat itu melintas dengan 17 luka tusukan.

Tim Pencari Fakta AMSI

Meninggalnya Demas Laira, pada Kamis 20 Agustus 2020, AMSI sebagai organisasi bernaungnya media online Sulawesion.com, tempat bekerja korban, membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi sebanyak mungkin, serta akan terus mencermati perkembangan penanganan kasus kematian Demas Laira.

TPF dipimpin oleh Anhar, Ketua AMSI Wilayah Sulawesi Barat bersama Agust Hari Ketua AMSI Sulawesi Utara, Erwin Bahar Ketua AMSI Sulawesi Selatan serta Supardi Bado Pemimpin Redaksi Sulawesion.com. Supardi juga ikut terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) bergabung dengan rekan-rekan AMSI Sulawesi Barat.

Tim ini dibackup anggota AMSI Sulawesi Barat dan juga organisasi dan individu lain yang mau bergabung, disupervisi Upi Asmaradhana.

Selain pengumpulan fakta di lapangan, TPF juga membuka posko aduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait korban. Posko ini untuk menampung informasi-informasi. Posko terletak di Kantor AMSI Wilayah Sulbar, Jalan Soekarno-Hatta (Cafe Almira) depan SMA 2 Mamuju, Sulbar. Atau dapat melalui whatsapp di nomor 085379453003 (Ketua AMSI Sulbar).

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Demas Lairajurnaliskekerasan jurnalisTPF AMSI
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Viral Video Cewek Dihukum tak Pakai Masker di Mantos Dikritik Artis Nasional

Swapar Sulut Bicara Hukuman yang Dialami Perempuan tak Pakai Masker di Mantos

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026
  • Petinggi BSG ‘Dikuliti’ Kejati Sulut Soal Dugaan Korupsi CSR, Kapan Dirut? 24 April 2026
  • Gubernur Yulius Angkat Isu Lingkungan di Paripurna, 5.000 Warga Koha Krisis Air Bersih 24 April 2026
  • PLN UP3 Gorontalo Gelar Apel Serentak, Akselerasi Layanan dan Jamin Keandalan Pasokan Listrik 24 April 2026
  • PLN UID Suluttenggo Perkuat Mitigasi dan Keandalan Listrik di Desa Siaga Bencana Kinilow 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In