Manado, Barta1.com – Komisi II DPRD Sulut dan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut menuai banyak pertanyaan yang tidak mampu dijawab saat agenda rapat dengar pendapat (RDP) di Ruangan Komisi II, Rabu (19/8/2020).
Anggaran belanja langsung sebesar Rp 15 miliar, pemakaiannya terbagi dua. Rp 8 miliar diperuntukan untuk peternakan dan bibit pertanian bagi masyarakat. Sedangkan Rp 7 miliar membayar gaji tenaga harian lepas (THL).
“Untuk Rp 8 miliar terbagi dalam bantuan kelompok petani dan peternak. Terkait pertanian yang kami perhatikan baru 2 Kabupaten yaitu Minahasa Selatan (Minsel) dan Bolaang mongondow (Bolmong),” kata Sekretaris Dispertanak Sulut, Titov Bima Manoi. Adapun anggaran Rp 8 miliar diperuntukan untuk peternakan seperti ayam,
Anggota Komisi II, James Tuuk meminta dipaparkan secara perinci anggaran untuk petani ketika tanamannya diserang hama satu hektar maupun lebih. “Tidak ada perinciannya. Adapun, kelompok petani di Bolmong yang sering juara kelompok petani terbaik di Bolmong hingga saat ini belum ada bantuan. Ada bantuan, tapi hanya di kata-kata dan janji manis,” ujar Tuuk.
Tuuk juga menanyakan berapa kelompok peternak yang terbilang berhasil? “Ini kan yang ada yang jelas,” katanya.
Dispertanak Sulut berjanji akan memperhatikan kelompok petani di Bolmong. “Terkait keberhasilan pertanian hingga saat ini saya tidak tahu,” ucap Manoi.
Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian meminta perlu dievaluasi sekretaris dinas dan jajaran yang dinilai tak mampu. “Berikutnya kita akan kembali mengadakan RDP. Saya mohon dihadirkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya,” tambahnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post