PUTRI Rizki Angelia (25), punya talenta menggambar simbol-simbol dengan terampil dan fantastis. Dari karyanya ternyata punya arti tersendiri.
Anak semata wayang pasangan Edy Londa dan Engelin Tamasoleng mengaku ketertarikannya menggambar sejak umur 5 tahun. “Sering ikut lomba menggambar sejak umur 5 tahun,” kata Putri kepada Barta1.com, Rabu (5/8/2020).
Putri mulai menajamkan bakat menggambarnya saat masuk bangku perkuliahan. Ia mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) Program Studi Manajemen Keuangan.
Gambar yang buatnya di bangku kuliah merupakan aliran surealisme. “Mulai memperdalam menggambar itu sejak awal masuk kuliah. Saat itu berumur 23 tahun. Model gambar beraliran surealisme,” ujarnya.
Perempuan berkulit eksotis, berambut keriting disertai gimbal ini menyatakan, menggambar surealisme itu datangnya dari hasil pemikirannya sendiri. Ketika sudah dipikirkan mulailah mencoba membuat sketsa. Apa yang ada dalam pikiran mulai digambar satu per satu jika merasa ada yang kurang, kembali coba untuk berimajinasi agar gambar terlihat berjiwa dan sulit dimengerti.
“Berimajinasi untuk mendapatkan sebuah gambar atau simbol-simbol yang sulit memerlukan ketenangan dan pikiran yang fresh. Saya sering memulai menggambar disituasi dan mood yang adem. Paling sering pukul 22.00 WITA,” tuturnya.
Waktu yang diselesaikan sebuah gambar rata-rata 2 hingga 3 hari sesuai dengan kerumitan gambar. Dengan perlengkapan seadanya, Putri terlihat santai dan serius menggambar apa yang ada dalam pikirannya. Garis satu per satu mulai ditulis.
Dengan mengunakan pensil gambar nomor 01 dan 05 dalam sebuah buku sketsa berwarna putih. Untuk memperlihatkan gambar lebih menarik Putri menambahkan cat akrilik dan beberapa kuas sebagai peralatan untuk menyempurnakan sebuah gambar dari hasil berimajinasi.
Pemikiran berimajinasi terus membayangi Putri ketika berada disebuah tempat. Tempat dimana ia kunjungi pastinya akan dibuat gambar, baik itu di dinding, buku maupun kaos. Dia juga sering diundang beberapa pemilik cafe di Kota Bitung untuk menggambar.
“Berimajinasi juga bisa menenangkan pikiran, sekali pun banyak beban akan terasa lupa,” ucap dia.
Ada beberapa nama gambar dan arti simbol yang ia sebutkan dari hasil imajinasinya. Diantaranya menggambarkan tiga titik fokus dalam proses, saling bersinergi, sang pemimpi, laut bukan tempat sampah, kebebasan yang dirampas dan terusir dari habitat sendiri.
Simbol tiga titik dalam proses melambangkan masalah yang nantinya meredupkan tiga api. Sedangkan ketiga api itu melambangkan doa, usaha dan mimpi yang selalu berkesinambungan. Perempuan yang memegang buku ini dan berakar ia merujuk bahwa berproses dengan sabar.
Lalu gambar perempuan telanjang artinya kebebasan yang hakiki yang dia punya dan bertelanjang juga menggambarkan kejujuran. Dan kedua ular melambangkan masalah yang siap datang kapanpun menerkam perempuan ini saat ia berproses meraih mimpinya.
Untuk simbol saling bersinergi, yakni simbol pria dan perempuan bermeditasi melambangkan kedua jiwa bersinergi, gambar Mandala di belakang keduanya melambangkan sama-sama terjaga.
Sang pemimpi. Bermimpi itu sama dengan menyelam, lebih lama menyelam di bawah laut untuk menggapai dasarnya, sekalipun itu sulit seperti itulah cara kita meraih sebuah mimpi.
Laut bukan tempat sampah. Plastik menggambarkan killer atau pembunuh bagi biota laut. Gambar kondom melambangkan nafsu manusia mencemari laut, nubrance itu hewan yang sering kita jumpai di laut yang ada di Sulut.
Kebebasan dirampas: kebebasan yang dirampas menggambarkan burung akan berterbangan, akan tetapi terancam dengan berbagai ancaman seperti balon sebagai pencemar udara, terus pohon-pohon yang ditebang melambangkan sarang/rumah burung sudah dirusaki, gambar senjata terancam dari darat dan daun ganja mengartikan kebebasan.
Lalu ada juga terusir dari habitat sendiri yakni orang hutan yang mengunakan tas keril melambangkan ia terusir dari habitatnya. Sedangkan pohon kering tidak memiliki daun itu melambangkan rumahnya sudah rusak, dua tikus diartikan pemegang modal yang mau merusak dan ganja itu kebebasan.
“Menyukai gambar yang identik dengan simbol karena memang alirannya yang diikuti itu surealisme. Menurut saya surealisme banyak makna dan alur cerita yang susah ditebak dan saya menyukai hal itu,” imbuhnya.
Keunikan dalam sebuah gambar beserta arti simbol tidak kalah dengan penampilan hippie yang memberikan kebebasannya untuk melakukan berbagai hal termasuk berimajinasi.
“Dari beberapa gambar ini, ada yang dijadikan gambar di baju atau kaos kemudian dijual. Dipuji syukur. Tapi banyak yang merespon positif dari hasil gambar yang ada,” tambah Putri sembari berharap bisa memiliki geleri dan tempat didik sendiri bagi generasi yang suka menggambar.
Bukan itu saja, Putri nantinya akan lebih fokus ke seni rupa secara profesional. Sebelum menjadikan gambar-gambarnya menjadi bagian bisnis tria gynaika (kaos), sebelumnya Putri sudah menjalankan bisnis pral’s (buket bunga) dan chiki crips (cemilan) sudah berjalan 3 tahun.
Peliput : Meikel Pontolondo



Discussion about this post