Manado, Barta1.com — Sudah 2 koalisi besar yang mengumumkan pasangan calonnya di Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) Manado 2020, namun belum memunculkan representasi umat Muslim. Dalam posisi seperti itu, nama politisi Syarifudin Saafa mulai mencuat sebagai sentral representasi tersebut.
Sosok Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Utara ini sudah tiga periode duduk di DPRD Kota Manado. Ketua PKS Manado Abu Hasan Syafi’I menjelaskan, Sabtu (01/08/2020), Saafa tipikal politisi yang sangat taktis dalam bertindak namun tenang mengeksekusi keputusan.
“Dia ini adalah ikon bagi generasi lanjutan kader PKS di Sulawesi Utara, sebagai kompas pergerakan serta contoh bagi mereka yang berkiblat secara politik terhadap partai berbasis Umat Islam,” ujar Abus Hasan.
Dari pemberitaan Barta1 sebelumnya diketahui, setelah koalisi besar antar-parpol terbentuk untuk pasangan kandidat Paula Runtuwene-Harley Mangindaan dan Mor Bastiaan-Hanny Jost Pajouw, serta PDIP yang bisa mengusung sendiri, praktis masih bisa terbentuk 1 lagi koalisi gemuk.
Baca juga: Pertemuan Eksklusif di Jakarta: PKS, Hanura dan Imba
Kolaborasi itu akan melibatkan Golkar dengan 5 kursi, PKS pemilik 2 kursi, Gerindra 4 kursi dan Hanura 1 kursi. Dilihat dari komposisi tersebut, PKS berpeluang diposisikan sebagai papan 2, karena basisnya adalah keumatan.
Saafa yang diwawancarai Barta1, menyatakan hingga hari ini atau 5 hari menjelang pendaftaran calon, masih membuka komunikasi dengan parpol lain untuk mengusung calon wakil walikota Manado dari kalangan Muslim. kata dia, bila Pilkada Manado ada wakil Muslim di posisi papan 2, maka ada warna lain di perhelatan politik tersebut.
“Siapa yang mengambil perwakilan Muslim di Pilkada Manado peluang menang sangat besar, karena ada suara Muslim 38% di kota Manado. Tentunya PKS sangat berpeluang untuk diusung menjadi Wakil Walikota dari kalangan muslim,” ujar Saafa. (*)
Peliput: Albert P Nalang


Discussion about this post