Manado, Barta1.com — Bermodal 10 kursi di dewan kota, PDIP berhak mengusung calon sendiri di Pilwako Manado 2020. Tapi hingga hari ini masih menjadi teka-teki siapa pasangan calon yang akan diusung Parpol berlambang banteng moncong putih itu.
Nama Bendahara DPD PDIP Sulut, Andrei Angouw (AA) —yang juga Ketua DPRD Sulawesi Utara, terus mengapung sebagai kandidat Walikota terkuat. Soal papan 2 masih beredar nama-nama yang kabarnya terus digodok sebagai pendamping AA. Dari sejumlah nama tersebut, sosok Pdt Lucky Rumopa dinilai cukup strategis karena menyimpan faktor keunggulan dibanding yang lain.
“PDIP sebenarnya jangan bingung menentukan kandidat wakil walikota, karena kami lihat di bursa masih ada nama Lucky Rumopa yang kami kira memiliki banyak keunggulan,” kata Ventje Sumendap, warga Bitung Karangria Kecamatan Tuminting Rabu (29/07/2020).
Baca juga: Jika PDIP Usung Turuis Berpeluang Menang, Kapojos: Mengerucut AA-RS
Keunggulan dimaksud yang terutama berada pada statistik warga GMIM di Kota Manado. Selaku pelayan GMIM, Lucky dianggap berpeluang menyuplai perolehan suaranya dari sesama anggota jemaat.
“Saya memang sudah siap bertarung, dasarnya adalah semua administrasi dan persyaratan sudah dilengkapi setelah sebelumnya saya diundang dalam pendaftaran di sekretariat PDIP,” kata Pdt Lucky Rumopa saat ditanyai Barta1.
Salah satu Staf Khusus Gubernur Sulut ini memastikan, bila tak ada aral melintang bakal calon Walikota akan ditempati Andrei Angouw. Sedangkan untuk bakal calon wakil, adalah representasi GMIM karena bila dihitung jumlah jemaat denominasi gereja itu di Manado hampir 300.000 jiwa.
“Kalau untuk yang mewakili GMIM itu kan, masih ada Penatua Richard Sualang,” katanya, blak-blakan.
Tapi bila ditugaskan partai mendampingi AA?
“Jikalaupun saya yang ditunjuk sebagai calon wakil, maka saya harus siap memenangkan Partai PDIP di Kota Manado,” tegas dia. “Sekarang tinggal tunggu mekanisme partai seperti apa,” kata empunya tagline I’m Lucky itu.
Baca juga: Mengungkap Figur yang Diincar PDIP jadi Pasangan Andrei Angouw
Anes Supit, rekan Pdt Lucky, mengatakan selain representasi denominasi besar yang bersangkutan juga sebenarnya tokoh keragaman. Ini karena dalam keseharian selain memimpin jemaat, Lucky juga terlibat aktif di FKUB Sulawesi Utara.
“Kita tau bahwa Manado dibangun di atas kaki dian, terang itu harus bercahaya jika disamping Andrei Angouw adalah I’m Lucky,” ucap Anes, filosofis. (*)
Peliput: Albert P. Nalang

Discussion about this post