Cukup banyak wisata alam yang indah di Sulawesi Utara namun belum bisa menarik simpati pengunjung. Air Terjun Regesan Tinoor, Tomohon, salah satunya.
Air terjun ini masih sangat alami dengan kehidupan alamnya. “Paling dicari turis-turis, menurut saya tidak perlu diubah-ubah kondisinya,” ujar Windra Boediman, pegiat olahraga panjat tebing (repling), Sabtu (25/7/2020).
Ia menyebutkan, ada dua Air Terjun Regesan Tinoor yang sering digunakan melakukan olahraga panjat tebing. Lokasi air terjun pertama yang memiliki ketinggian 60 meter. “Saya mengukur ketinggian tersebut melalui panjangnya tali yang kami gunakan,” katanya.
Sedangkan air terjun kedua kemungkinan 65 m hingga 70 m, atau tidak jauh berbeda dengan ketinggian air terjun pertama. “Sebenarnya mau panjat di air terjun kedua. Hanya persoalannya banyak sampah yang berjatuhan, takutnya saat repling sampah atau kayu besar jatuh dan itu sangat membahayakan bagi kami,” ujarnya.
Tinoor sangat indah akan sumber alamnya yang alami, akan tetapi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai itu masih kurang. Intinya, jika mau menenangkan pikiran atau penatnya kehidupan kota, lokasi Air Terjun Regesan salah satu solusinya.
“Ada tempat berkemah. Bisa melihat keindahan akan air terjunnya kemudian bisa melakukan pemanjatan,” ucapnya.
Air Terjun Regesan Tinoor, berada di Kecamatan Tomohon Utara. Jarak dari Kota Manado sekitar 16,3 KM. Untuk tiba di pos pintu masuk memakan waktu 20 hingga 25 menit mengunakan roda dua maupun empat.
Sebutannya Tinoor tetapi jauh dari Desa Tinoor. Masuk lokasi dari pos ke lokasi air terjun memakan waktu 15 menit. Jalanannya melewati kebun kelapa dan cingkeh serta dikelilingi pepohonan yang besar.
Ada jalan setapak dan tangga-tangga dilalui sampai ke lokasi perkemahan. Dari lokasi itu menuju ke Air Terjun Regesan harus melalui trek yang terjal dan berbahaya. Bebatuan, akar dan licinnya tanah akrab dijumpai. Jika tidak mampu bertahan akan terjatuh.
“Tanda awas bagi yang fisik lemah. Bisa terjatuh kalau kita tidak kuat,” beber Christina Santa Moningka, salah satu pengunjung.
Santa, sapaan akrabnya menyebutkan pertama kali ke Air Terjun Regesan Tinoor, trek perjalanannya sangat menantang fisik. Perasaan takut sempat dirasakan ketika melewati jalan yang juram. Saya tetap percaya diri walau beberapa kali harus jatuh. Ketika sampai ke air terjun pertama dan kedua semua ketakutan, kecapean semua terbayarkan dengan keindahan yang ada. Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan,” katanya.
Yang harus diperhatikan tentang fasilitas dan kebersihan. Beberapa tangga menuju Air Terjun Regesan sudah rusak dan banyak sampah-sampah plastik. “Ini yang harus jadi perhatian pemerintah setempat,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo



Discussion about this post