Bitung, Barta1.com – Kasus Covid-19 di Sulawesi Utara terus menunjukkan angka fantastis. Per minggu 12 Juli 2020 mencapai 1.660.
Meski begitu, sejumlah tempat ibadah sudah mulai beraktivitas. Termasuk ibadah remaja GMIM Tasik Wangurer Bitung. Setelah hampir empat bulan beribadah di rumah masing-masing sesuai imbauan pemerintah.
Sabtu (11/07/2020) itu, puluhan remaja GMIM Tasik Wangurer Bitung bersuka cita dalam persekutuan bersama namun mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, duduk berjarak dan mengunakan masker.
Dalam persekutuan tersebut dipimpin langsung Penatua (Pnt) Stevano Prastyo Tambanaung (22). “Ibadah ini adalah pertama di gedung gereja. Sempat ragu dengan kehadiran. Mungkin tidak akan banyak yang hadir, ketika dari rumah tiba ke gereja. Puji Tuhan dengan senang hati begitu banyak yang hadir baik adik-adik remaja maupun teman-teman pembina,” kata Pnt Stevano, Minggu (12/7/2020).
Beberapa bulan lalu cerita Stevano, setelah pemerintah mengeluarkan aturan untuk beribadah di rumah sebagai komisi merasa kebingungan. Bingung bagaimana cara mengajak adik-adik remaja untuk beribadah.
“Kami mencoba mencari sebuah solusi agar persekutuan ini berjalan. Akhirnya dapat ide untuk kerja sama dengan Komisi Pemuda melakukan ibadah online, baru di upload medsos lalu share ke teman-teman pemuda dan remaja. Ide ini sangat membantu kami selama pelayanan 3 bulan dari rumah,” katanya.
Dengan adanya persekutuan online, semua jadwal ibadah dilakukan. Akan tetapi berbagai program Komisi Remaja banyak tertunda akibat pandemi ini, baik di aras jemaat maupun wilayah.
“Sekali lagi, saya mau mengucapkan rasa syukur karena peribadatan sudah diijinkan lagi dilakukan di gedung gereja. Kami tetap mematuhi protap kesehatan,” ujarnya.
Peliput : Meikel Pontolondo

Discussion about this post