• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Bisnis Pot Bunga Tempurung Saat Covid-19, Suami Istri Ini Raup Belasan Juta

by Agustinus Hari
13 Juli 2020
in Daerah
0
Bisnis Pot Bunga Tempurung Saat Covid-19, Suami Istri Ini Raup Belasan Juta

Pot bunga dari tempurung kelapa karya Henry Johanis dan Elis Purede. (foto: dok pribadi)

104
SHARES
478
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Pandemi Covid-19 belum berkesudahan membuat berbagai bisnis dan usaha terpuruk dalam beberapa bulan ini.

Namun tidak dengan suami istri, Henry Johanis (35) dan Elis Purede (34), justru meraup keuntungan menjalankan bisnis mereka di tengah wabah dunia ini.

Mereka menjalankan usaha kerajinan pot bunga dari tempurung kelapa yang rupanya terus diserbu pelanggan. Henry dan Elis tinggal di Tongkaina Lingkungan 2, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Keduanya membuat kerajinan pot bunga dari tempurung kelapa dengan menggunakan alat seadanya atau manual. Kemudian, awal penjualan hanya di tempat mereka tinggal dengan menggunakan salah satu guest house (the 4 Fish) milik orang lain.

Kemudian pemilik dari guest house mendukung usaha mereka dengan memberikan tempat dan membantu Henry dan Elis menjual hasil kerajinan itu. Hasilnya, penjualan kerajinan diserbu turis dan masyarakat lokal. “Saat Corona lebih banyak masyarakat lokal yang membeli,” kata Henry pada Barta1.com, Minggu (12/7/2020).

Ia menyebutkan keuntungan di tengah pandemi ini mengalami peningkatan. Banyak orang yang tinggal di rumah dan mengisi waktu memelihara tanamannya seperti bunga. “Saya dan istri mengambil peluang dengan terus mempromosikan di media sosial terkait usaha pot bunga yang terbuat dari tempurung kelapa yang sudah diukir lengkap dengan tanamannya,” ujarnya.

Ide usaha tempurung kelapa sambung dia, berawal dari harga kopra yang begitu menurun. Lalu banyak petani yang tidak mengelolanya atau melakukan alternatif lain. Melihat petani tidak memiliki pendapatan, dicarikan ide agar kelapa-kelapa ini bisa dimanfaatkan.

“Akhirnya kami mendapatkan ide dengan membeli buah kelapa kepada petani. Kelapa yang sudah dibeli tempurungnya dibuat pot. Daging kelapa dibuat minyak, sedangkan sabut kelapa dibuat cocopeat buat campuran media tanam. Pada intinya, pengunaan pada kelapa bermanfaat selain kerajinan,” ujar Henry lagi.

Puji Tuhan, 3 tahun usaha yang dimulai sejak tahun 2017, keuntungan yang terlihat. “Sebelumnya pendapatan tidak sampai belasan juta. Ketika Corona, keuntungan sampai belasan juta sebulan dengan pesanan lima puluh (50) pot per harinya,” ucap dia.

Ia menambahkan, usaha tersebut diberi nama Manado Ecocrafts (MECrafts) yang dijalankan dari rumah bersama istri dan anak-anak, jadi banyak waktu dengan keluarga. “Usaha MECrafts menggunakan bahan dasar alami. Pembuatan sampai packing ramah lingkungan. Dalam DNA usaha, kami harus ada kepedulian serta mengapresiasi lingkungan hidup. Penggunaan bahan recycle serta zero waste terdapat pada produk kami,” paparnya.

Henry mengakui, di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan sehari-hari hingga menyisipkan tabungan sangat terbantukan dengan usaha pot bunga dari tempurung kelapa. “Senang produk kami bisa menjadi penghibur disaat pendemi Covid-19. Dan menantang kami untuk lebih kreatif dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Bisnis Pot Bunga TempurungElis PuredeHenry Johanismanadosulawesi utaraTongkaina
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Covid-19 Meningkat Tajam, Kapal Manado-Sangihe Mulai Normal

Covid-19 Meningkat Tajam, Kapal Manado-Sangihe Mulai Normal

Discussion about this post

Berita Terkini

  • GERAK Sulut: Warga Sitaro Jangan Terprovokasi, Hormati Proses Hukum Tersangka CIK 9 Mei 2026
  • Mahasiswa Polimdo Belajar AI dari Tim ASEAN: Bisa Menjadi Teman Maupun Ancaman 9 Mei 2026
  • Surat Terbuka Bupati Chyntia Kalangit Menuai Kritik Sekretaris Partai Golkar Sitaro 8 Mei 2026
  • Produk UMKM Curi Perhatian Generasi Z di Bazar Mahasiswa Polimdo 8 Mei 2026
  • Berawal dari Riset di Tongkaina, Mahasiswi Polimdo Buat Produk Haratea Dari Daun Pisang 8 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In