Paduan warna, garis, konsep, dan ketepatan gagasan, merupakan kekuatan estetika lukisan-lukisan John Willem Semuel. Ia dikenal sebagai pelukis ekspresionis dan ekspesif abstrak.
Lahir di pulau Gangga, Minahasa Utara pada 30 Desember 1959. Tahun1971 menamatkan pendidikan di SD GMIM Gangga, kemudian pada 1974 tamat SMP Kristen Likupang. Pada 1977 menyelesaikan pendidikan di SPG Kristen Tomohon, dan pada1987 tamat S1 Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan FPBS IKIP Negeri Manado.
Karya-karyanya banyak dikoleksi para kolektor asal Amerika Serikat, Belanda, dan Australia. Belum lama 3 lukisan ekspresif abstrak pelukis yang tinggal di Talise, sebuah pulau di Minahasa Utara tempat ia sempat menjadi Kepala Desa ini, diborong kolektor dari Jakarta dengan harga puluhan juta rupiah. Tiga lukisan tersebut masing-masing berjudul: Garis Batas, Semangatku, dan Hingar Bingar.
Pelukis yang akrab disapa dengan panggilan Une John ini banyak melukis obyek bertema laut dengan gaya ekspresionis dan ekspresif abstrak. Ia mengaku gembira karena karya-karyanya sudah diapresiasi kolektor manca-Negara.
Namun demikian, pelukis bertubuh kecil itu mengaku, kegairahannya menekuni dunia seni lukis bukan didorong oleh faktor pasar seni lukis yang mengiurkan. “Melukis itu panggilan jiwa untuk menyelam lebih dalam di lautan estetika yang memesona. Sebab lewat kanvas saya merasa lebih intens berdialog tentang makna-makna kehidupan,” ungkapnya.
Ia termasuk pelukis Sulut yang intens memamerkan karya. Dekade 1980-1990-an Bersama Pelukis Sulut ia pameran lukisan di Manado, Bitung, dan Tomohon. Kemudian pada1990 mengikuti Pameran Lukisan Empat Pelukis Sulut (Johny Rondonuwu, Sonny Lengkong, Arie Tulus dan John Semuel) di Balai Budaya Jakarta.
Ia pernah menggelar pameran tunggal John Semuel di Kota Bitung dan Manado, Pameran Sketsa Berdua John Semuel dan Berty Sulangi di Balai Wartawan Manado. Pada1999 bersama Pelukis Sonny Lengkong (Alm) mengikuti kegiatan Makasar Art Forum (MAF), dan pada 2000-2004 ikut Pameran Lukisan “Bhinneka Warna” bersama beberapa Pelukis Nasional di Sonny Art Gallery Manado.
Sejak tahun 2002 hingga2015 pelukis ini boleh dikata vakum atau tidak melukis karena kesibukan tugas pelayanan gerejawi serta pemerintahan dan kemasyarakatan yang diembannya.
Baru pada 2016 ia kembali melukis dan ikut Pameran Besar Seni Rupa Indonesia IV “EPICENTRUM ” di Taman Budaya Manado, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Pada 2017 Pameran Bersama Manado Fiesta di Hotel Aston Manado, Pameran Besar Seni Rupa Indonesia V ” HUELE ” di Ambon Maluku, Pameran Lukisan Tunggal John Semuel “Semilir Angin Utara” di Desa Tambun Kec. Likupang Barat didukung Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara. Pameran Berdua John Semuel dan Fadjar Sahante “Semilir Angin Utara 2” di Desa Wisata Tarabitan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.
Tahun 2018 Pameran Seni Rupa John Semuel dan Fadjar Sahante “# 2 Minahasa Menembus Batas” di Balai Budaya Jakarta. Kemudian Pameran Lukisan Bersama Torang 19 di Hotel Peninsula Manado dan di Manado Town Square (Mantos) Manado.
Bersama beberapa perupa Sulut mendirikan “Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara” dan menjadi Ketua. Pada 2019 – Pameran Bersama Komunitas Seni TORANG Sulut “DO ART 2019” di Gedung Pameran Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Ayahnya Patras Semuel (Alm) adalah seorang pensiunan guru yang pernah menjadi Kepala Sekolah SD Negeri Talise di Tambun. Ibunya Clartje Hamel seorang Ibu Rumah Tangga. Menikah dengan Herlina Waloni dan dikarunia 3 orang anak: Arnold Harmusial, Kevin Claudio Semuel dan Kardia Imanuela Semuel.
Karier di luar dunia seni, pada tahun 1995-2000 Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Talise. Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Jemaat GMIM Baitani Tambun Wil. Gabata. Ketua Komisi Pelayanan Pemuda GMIM Wilayah Gabata. Tahun 2005 hingga 2010 menjabat Syamas Kolom 6 Jemaat GMIM Baitani Tambun Wil. Gabata. Sekretaris Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Baitani Tambun Wil. Gabata. Sekretaris Badan Pekerja Majelis Wilayah Gabata.
Tahun 2010-2013 Ketua Komisi Pembangunan Jemaat GMIM Baitani Tambun. Pada 2008-2014 terpilih dan menjabat Hukum Tua Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kab. Minahasa Utara. Tahun 2014-2015- Pelaksana Tugas Hukum Tua Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kab. Minahasa Utara.
Tahun 2013-2014 Ketua Panitia (Rencana) Pemekaran Kecamatan Likupang Kepulauan. Tahun 2013-2017 Penatua Kolom 2 Jemaat GMIM Baitani Tambun Wilayah Gabata dan Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Baitani Tambun.
Pada 1983-1986 Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan FPBS IKIP Negeri Manado. Anggota Senat Mahasiswa FPBS IKIP Negeri Manado. Tahun 1990-2000 Ketua Sanggar Kreatif Manado (Teater dan Seni Rupa). Saat ini Ketua Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara.
Dalam kariernya sebagai perupa, John Willem Semuel juga dikenal juga sebagai penata artistik terbaik sejumlah pementasan teater di Sulawesi Utara dan ahli dalam penataan pertamanan.
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post