Sangihe, barta1.com – Di samping menggenjot produktivitas pertanian, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga terus menyeriusi potensi perikanan di daerah perbatasan itu.
Tak heran jika beberapa tahun terakhir ini, pasaran perikanan menunjukan peningkatan yang signifikan. Dimana hasil Perikanan Sangihe telah dipasarkan baik ke pulau Jawa bahkan telah diekspor via Jakarta ke beberapa negara di Asia dan Eropa.

“Tahun 2020 sampai dengan bulan Mei kurang lebih 230 ton ikan terkirim lewat tol laut, bahkan sekarang ada kisaran 100 ton yang siap dikirim,” Ungkap Manajer PT. Jasindo Sentosa Mandiri, Wahyu Haris, pihak pengelolah sentra perikanan Dagho.
Meski begitu Haris mengakui, kadangkala pihak mereka tidak mampu menampung hasil tangkapan nelayan di Kepulauan Sangihe. Hal ini dikarenakan daya tampung sentra perikanan Dagho hanya berkapasitas 6-7 ton hasil tangkapan.

“Daya tampung hanya mampu 6-7 ton sedangkan tangkapan nelayan bisa sampai 20-26 ton. Namun begitu, kedepannya akan dibangun pabrik es dan air blass freezer, Agustus mendatang bangunan itu akan segera terealisasi. Dan tahun 2021, akan ada bangunan tambahan baru untuk menampung hasil tangkap nelayan Sangihe,” ungkap dia.
Jumat, 5 Juni 2020 Bupati Kepulauan Sangihe berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Dagho melihat langsung persiapan pengiriman ikan oleh Perusahaan Perikanan PT Jasindo Sentosa Mandiri sekaligus pertemuan dengan manejemen perusahaan terkait evalauasi dan rencana pengembangan.
Bupati juga berharap kepada pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk mengembangkan Sentra Perikanan Dagho. Hal demikian dikarenakan hasil tangkapan nelayan di Kepulauan Sangihe jika dikumpulkan bisa mencapai puluhan ton ikan. Begitu juga katanya Sentra Perikanan Dagho juga akan siap menampung hasil panen rumput laut yang sudah terbukti dapat menambah pendapatan masyarakat.
“Oleh karena itu kita butuh dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, supaya Sentra Perikanan Dagho dapat lebih berkembang. Karena sudah ada perusahaan yang menampung hasil tangkap nelayan dan ada tol laut untuk mengirimnya keluar negeri melalui Surabaya,” harap Gaghana.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap pengelolaan sumber daya perikanan memang tak main-main. Di antaranya terhitung sejak awal tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah memberikan bantuan perahu jenis Pamo sebanyak lima unit, 49 unit mesin katinting 5,5 PK, lima unit mesin katinting 13 PK dan lima unit freezer kepada masayarakat nelayan di Sangihe. Bantuan tersebut disalurkan pada 12 Februari 2019.
Selanjutnya pada 11 Desember 2019 kembali diserahkan bantuan 30 unit kapal perikanan jenis pumboat kepada kelompok nelayan Sangihe, disusul 20 Desember 2019 diserahkan 13 paket perahu jenis pamo hand line di Kampung Dagho Kecamatan Tamako, lengkap dengan alat tangkap berupa tali hand line, cool box, dan dilengkapi alat navigasi kompas basah, lampu jalan, lampu tanda otomatis serta life jacket. (**)
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post