Sangihe, Barta1.com – Sampel swab ketiga pasien positif Corona dari Sangihe dianggap tercecer oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Setelah pengiriman sampel swab yang tiba di Manado pada 1 Mei 2020 lalu, tidak dijemput oleh otoritas penanganan Covid-19 Sulut di Pelabuhan Laut Manado.
Oleh karenanya pasien positif 01 di Kabupaten Kepulauan Sangihe itu harus kembali menjalani swab ke empat karena sampel ketiga telah dianggap rusak.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Jopy Thungari membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, karena kesibukan mereka mungkin petugas Dinas Kesehatan Sulut lupa menjemputnya di Pelabuhan Laut Manado.
“Iya memang. Karena ketika dikirim oleh pihak rumah sakit, sudah dihubungi ke Dinas Kesehatan Sulut. Ternyata swabnya itu mereka mungkin lupa untuk menjemputnya sehingga harus dilakukan swab kembali,” kata Thungari, Rabu (13/5/2020).
Thungari menjelaskan biasanya pengiriman sampel dari Sangihe ke Manado berjalan dengan lancar, seperti halnya hasil swab pertama dan kedua. Jadi untuk hasil ketiga, pasien positif di Sangihe ini masih menunggu hasil dari pengambilan sampel swab keempat yang sudah dikirim awal Mei.
“Sampel itu kembali ke Sangihe dengan kapal yang sama. Kemudian sudah dianggap rusak, karena sudah tertahan beberapa hari. Sesuai protap, udara untuk menjaga kualitas sampel harus di bawah 5 derajat celcius,” Jelasnya sembari mengatakan hasil swab ketiga pasien positif masih menunggu.
Sementara itu, terkait prosedur pengiriman sampel ke pihak Dinas Kesehatan Sulut yang ada di Manado, Thungari menjelaskan pihak rumah sakit di Sangihe terus berkoordinasi dengan mereka hingga saat ini.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post