Talaud, Barta1.com — Tingkat konsumen tahu di Melonguane, ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud terpantau meningkat hingga dua kali lipat. Hal ini dilatari naiknya harga ikan akibat cuaca yang kurang bersahabat sehingga mempengaruhi hasil tangkapan nelayan di laut. Tak hanya itu, warga dari pulau pun banyak yang menyambangi pabrik tahu di Melonguane.
Membludaknya pembeli tahu ini diamini oleh Zaitun salah seorang pengusaha tahu di Melonguane.
“Sudah beberapa pekan ini banyak masyarakat yang datang membeli tahu di tempat kami,” kata Saitun, Rabu (21/08/2019) saat disambangi di pabrik tahu kampung baru melonguane.
Zaitun juga menambahkan, tidak seperti biasanya kalau 4 karung kedelai bisa diolah menjadi tahu.
“Kalau dari pengalaman, biasanya hanya 2 sampai 3 karung kedelai yang diolah tiap harinya. Tetapi sudah beberpa pekan ini sampai 4 karung atau 8 kali menggiling adonan tahu,” tambah pria yang akrab disapa mas dun ini.
Zaitun juga menerangkan, warga yang datang membeli tahu tak hanya dari sekitaran Melonguane tetapi ada yang dari pulau seberang yaitu Pulau salibabu dan Kabaruan.
“Normalnya, pembeli hanya berasal dari sekitaran Melonguane. Tetapi kali ini ada pembeli yang datang dari pulau salibabu dan kabaruan. Ada yang untuk konsumsi sendiri dan ada juga untuk dijual di pulau seberang karena tahu yang mereka beli terkada 2 sampai tiga ember,” terang pria yang sudah menggeluti usahanya ini dalam beberapa tahun terakhir.
Terpisah, Harol Maahana salah seorang nelayan asal Kampung Baru Melonguane mengatakan, hasil tangkapan di laut saat ini sangat dipengaruhi cuaca.
“Cuaca seperti ini sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Kadang dapat kadang tidak. Ditambah lagi dengan pengeluaran untuk bahan bakar mesin. Hal ini yang membuat terkadang harga ikan naik,” beber Maahana, menyebut alasan hingga harga ikan tangkapan menjadi lebih mahal.
Sementara itu, Carmin Layang mengatakan salah seorang warga mengatakan, sudah menjadi hal biasa ketika musim kencang begini warga lebih memilih tahu sebagai lauk.
“Kalau musim kencang begini, tahu yang menjadi idola warga Melonguane dan sekitarnya. Selain stoknya selalu tersedia, harganya terjangkau,” kata Layang. (*)
Peliput : Evan Taarae

Discussion about this post