Manado, Barta1.com – Mengurangi timbunan sampah dengan cara membakar bukan jalan keluar yang baik, apalagi membakar sampah plastik.
Ada banyak masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Manado sering membakar sampah plastik setelah membersihkan halaman rumah. Mereka beranggapan dengan membakar bisa mengurangi timbunan sampah secara cepat.
Direktur Bank Sampah Sifoni Watutumou II, Marlon Kamagi berbagi tips. Dia mengungkapkan, pertama mari kita sama-sama mencermati Undang-Undang 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Disebutkan bahwa sampah tidak boleh dibakar.
“Masyarakat yang sering membakar sampah ada beberapa kemungkinan, diantaranya tidak paham mengenai aturan. Lalu kedua, sudah tahu aturan tapi tidak ada solusi. Ketiga belum menyadari dampak dari bakaran sampah tersebut dan yang keempat belum ada penegakan aturan sesuai amanat undang-undang,” beber Marlon kepada Barta1.com, Rabu (29/05/19) lalu.
Sampah plastik yang dibakar, kata dia, mengandung gas rumah kaca bahkan zat diosksin dan furan, yang oleh World Healt Organisation (organisasi kesehatan dunia) sudah ditetapkan sebagai gas yang memicu kanker pada manusia.
“Gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran berdampak pada pemanasan Global yang memicu terjadinya perubahan iklim. Kedua zat dioksin dan furan sanggat berbahaya bagi tubuh manusia, ketika kedua Zat masuk dari hasil pembakaran mengakibatkan batuk-batuk, sesak nafas dan pusing, ketika keseringan mengihirup kedua sat ini maka akan terjadi kanker,” ujarnya.
Bagaimana solusinnya? Marlon Kamagi menyampaikan bijak-bijaklah mengelolah sampah, baik sampah plastik maupun rumah tangga. Permasalahan sampah menjadi tanggungjawab semua pihak, karena berkaitan dengan keberlanjutan generasi kedepannya.
“Kami dari Bank Sampah Sinfoni Watutumou II siap membeli sampah plastik dan siap mengajarkan bapak dan ibu maupun anak muda untuk mengkreasikan sampah plastik menjadi kerajinan ataupun sampah ruma tangga bisa di olah menjadi kompos atupun pupuk,” katanya.
“Membagikan sedikit pengetahuan kepada masyarakat, merupakan bagian kita semua, tujuannya untuk keselamatan kita bersama dalam merawat lingkungan kita,” tutup Marlon.
Peliput: Meikel Eki Pontolondo


Discussion about this post