• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Hari Raya Puisi: Apresiasi Pada Kejayaan Puisi

by Ady Putong
11 Februari 2019
in Kultur, Seni
0
Hari Raya Puisi: Apresiasi Pada Kejayaan Puisi
0
SHARES
160
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Yayasan Hari Puisi telah menerbitkan antologi monumental pada 2018 lalu. Puluhan karya sastra dari 27 penyair Tanah Air terangkum dalam buku, yang disebut-sebut sebagai bentuk apresiasi pada kejayaan puisi.

Buku berjudul “Hari Raya Puisi” tersebut menjadi hadiah mesra bagi insan susastra Indonesia. Para penyair yang menyumbang karyanya merupakan pemenang sayembara Anugerah Hari Puisi Indonesia antara 2013-2017. Sementara bagi Yayasan Hari Puisi, antologi ini menjadi penanda 5 tahun perjalanan mereka dalam kiblat perpuisian Indonesia.

“Hari Raya Puisi merupakan penghargaan pada manusia-manusia kreatif yang bernama penyair,” kata Ketua Dewan Pengurus Yayasan Hari Puisi, Maman S Mahayana, dalam prolog buku setebal 494 halaman ini.

Para penyair, kata dia, menjelmakan puisi bukan sekadar menderetkan kata-kata menjadi frasa, klausa atau kalimat yang dipaksa. Juga tidak bertujuan hendak menggelembungkan deretan kata-kata itu menjadi semacam curhat, menghadirkan lompatan-lompatan pikiran yang maknanya hanya diketahui Tuhan.

“Hari Raya Puisi adalah serangkaian capaian dari pergelutan penyair merayakan kata dalam perjuangannya mencapai nilai-nilai estetika dan sekaligus meluaskan makna (kata),” kata Maman, penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005.

Sedangkan penerbitan buku ini lanjut Maman, bolehlah ditempatkan sebagai perayaan puisi yang sepatutnya dapat dinikmarti siapa pun juga, penyair atau yang bukan atau yang belum menjadi penyair. Publik bisa paham dan ikut menimbang sejauh mana capaian yang ditorehkan para penyair kontemporer kita dewasa ini.

“Dalam konteks ini kita tidak perlu silau pada nama-nama, sebab yang terpenting pada nama-nama itu adalah kiprah kepenyairannya. Oleh karena itu perkara objektivitas adalah kata kuncinya,” ujar Maman.

Berdasarkan sikap dan penilaian objektif itulah kita dapat menempatkan kepenyairan sebagai profesi yang pantas diapresiasi dalam kehidupan masyarakat kita, cetus dia.

Pernyataan terakhir itu memang mengacu pada 27 penyair yang karyanya termuat dalam buku tersebut; Acep Zamzam Noor, Hana Fransisca, Marhalim Zaini, Ulfatin CH, Iverdixon Tinungki, M Anton Sulistyo, D Zawawi Imron, Hasta Indriyana, Isbedy Stiawan ZS, Ni Made Purnama Sari, Yudhistira ANM Massardi, Soni Farid Maulana, Nissa Rengganis, Aspar Paturusi, Gus tf, Hamdi Salad, Taufik Ikram Jamil, Hasan Aspahani, Ahamadun Yosi Herfanda, Rini Intama, Sosiawan Leak, Tjahjono Widarmanto, Umi Kalsum, Irawan Sandi Wiraatmaja, Din Saja, Candra Malik, Raedu Basha.

Tidak ada nama-nama perupa sastra besar. Namun karya-karya mereka telah menjadi penanda di hari esok, bahwa di masa lalu para penyair ini ikut membangun peradaban. Banyak karya puisi yang bertutur dalam kesedarhanaan, namun pemaknaannya kuat. Beragam isu pun menyeruak di sini, termasuk tatanan sosial yang kompleks.

Penyair Sulut
Sulawesi Utara punya wakil dalam buku ini; Iverdixon Tinungki, lewat 10 karya puisinya. Pegiat sastra yang belakangan menjauh dari hiruk pikuk metropolitan khas kota Manado itu adalah salah satu penerima Anugerah Puisi 2013 lewat buku kumpulan puisi “Klikitong” dan 2014 dengan “Makatara”.

Kesepuluh puisinya yang dipilih berjudul Tikung Kiawa, Jendela Kamar, Pada Senyum Istriku, Rumah Nenek Mertua, Mubeca, Orang-orang Salingkere, Perempuan Mari Menikah Dalam Ombak, Anak-anak itu pada Akhirnya, Sahabatku Joni, Pada Kata Luka Mahoni.

Selain menulis puisi, Iverdixon juga adalah kolumnis, editor media online serta pencipta naskah drama yang sering dipentaskan di tingkat daerah dan nasional. (*)

Penulis: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: hari raya puisiiverdixon tinungkimaman s mahayanayayasan puisi indonesia
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Kisah Jesika Pritianti Tundu, Si Wonder Women dari Tanah Porodisa

Kisah Jesika Pritianti Tundu, Si Wonder Women dari Tanah Porodisa

Discussion about this post

Berita Terkini

  • SIEJ Sulut Soroti Pengakuan Izin Belum Lengkap di Kasus Gunung Tatawiran 28 April 2026
  • Menjalin Kolaborasi Global: Polimdo Ambil Peran Strategis dalam CITIEA 2026 28 April 2026
  • Polisi Ringkus Gembong Sabu Karombasan, Jaringan Dikendalikan dari Lapas Tuminting 27 April 2026
  • Akses Jalan Likupang Dikeluhkan Warga, DPRD Sulut Panggil PT MSM dan BPJN RDP 27 April 2026
  • Bupati Hadiri HUT ke-64 Jemaat GMIST Samaria Bulude, Letakkan Batu Dasar Ruang Serbaguna 27 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In