• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, September 11, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

KM Sabuk Nusantara 38 Rusak, Ratusan Warga Perbatasan Filipina Telantar

by Agustinus Hari
17 Desember 2018
in Daerah, Gallery
0
KM Sabuk Nusantara 38 Rusak, Ratusan Warga Perbatasan Filipina Telantar

Warga dari pulau-pulau terluar terpaksa tinggal di tenda emperan Kota Tahuna akibat KM Sabuk Nusantara 38 mengalami kerusakan. (FOTO: RENDY/BARTA1)

92
SHARES
182
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SANGIHE, BARTA1.COM – Ada yang tertidur pulas beralaskan kardus bekas. Dan beberapa wajah mereka penuh harap, padahal hendak datang berbelanja keperluan hari besar Natal di Tahuna.

Apa bisa dikata, beberapa kapal penghubung antar pulau KM Sabuk Nusantara 38 mengalami kerusakan di Talaud, akibatnya ratusan penumpang yang terdiri dari warga Pulau Kawio, Marore, Kawaluso dan Talaud yang berdekatan dengan Filipina harus tertahan di Tahuna, Sangihe. Dan sebagian dari mereka membuat tenda darurat di emperan bangunan kawasan Boulevard Tahuna.

Kurang lebih dua minggu mereka bertahan di bawah tenda darurat itu. Bahkan sebagian belanja untuk perayaan Natal berupa sembako, sudah terpakai untuk bertahan hidup. Sebagian dari merekapun sempat terserang penyakit.

“Kami sudah sejak tanggal 5 Desember tinggal di tempat ini karena menunggu kapal dan ada beberapa orang tua lanjut usia yang diserang penyakit karena kami tidur hanya beralaskan kardus bekas dan terpal sebagai atap,” ungkap Herto Andaria, salah satu warga Pulau Kawio.

Sampai berita ini diturunkan belum ada bantuan dari pihak terkait. Penumpang-penumpang tersebut tersebar di beberapa tempat. Dua minggu mereka bertahan dengan perlengkapan seadanya. Namun demikian, yang lainnya sudah memaksakan pulang menggunakan Pumpboat yang tentunya sangat beresiko, apalagi cuaca masih cukup buruk.

“Kalau dijumlahkan kami ada kurang lebih tiga ratusan orang. Ada yang menginap di sini (tenda darurat), Pelabuhan Tahuna dan tempat-tempat lainnya. Dan lainnya sudah memaksakan diri naik pumpboat untuk pulang,” kata Andaria, Senin, 17 Desember 2018.

Dari sekian banyaknya penumpang yang dikunjungi Barta1.com, khusus di tenda darurat warga Kawio, terdapat dua orang bayi dan beberapa orang yang sudah berusia lanjut. Oleh karena besar harapan mereka agar secepatnya masalah kapal ini bisa terselesaikan dan mereka bisa kembali ke rumah untuk merayakan Natal.

“Kami semua berharap agar pihak terkait kiranya cepat mencari solusi agar kami bisa pulang dan melakukan aktivitas kami kembali dan menyambut hari natal dan tahun baru dengan keluarga,” harap sejumlah warga.

Sementara itu Kepala Sub Cabang PT Pelni Tahuna, Hamdan Pontoliu Janis sudah mengupayakan mendatangkan armada kapal untuk mengangkut penumpang-pempang tersebut.

“Sekarang kapal pengganti, KM Maloli pengganti KM Sabuk Nusantara 95 berangkat dari Bitung Pelayaran ke Lirung. Kemudian Sabuk Nusantara 41 dari Makasar langsung Sangihe mengganti KM Sabuk Nusantara 38 yang kandas di Talaud,” ungkap dia.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: KM Sabuk Nusantara 38sangihetahuna
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Lantik 5 Auditor, Ini Pesan Bupati Sitaro Disampaikan Herry Bogar

Lantik 5 Auditor, Ini Pesan Bupati Sitaro Disampaikan Herry Bogar

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pemkab Sitaro Tetap Komit Bantu Masyarakat Salurkan Air Bersih 11 September 2026
  • Mahasiswa Polimdo Ciptakan Mesin Pakan Ternak Bertenaga Surya, Produksi Pelet Capai 40 Kilogram per Jam 11 September 2026
  • PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan 10 September 2026
  • Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim 10 September 2026
  • Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN ULP Manado Utara Mendengar, Apresiasi dan Tumbuh Bersama 10 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In