Ulang tahun daerah dan ritual upacara adat Tulude merupakan dua rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Dua momentum itu menjadi tradisi yang sudah turun temurun sejak didtetapkannya pada seminar budaya 24 Agustus sampai dengan 27 Agustus 1994.
Tulude dan ulang tahun daerah Sangihe ke 595 di 31 Januari 2020 menegaskan persatuan dan kesatuan, identitas diri serta menyelaraskan kecintaan manusia kepada alam ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Tak heran jika keselarasan Tulude dan Ulang Tahun Daerah Kepulauan Sangihe menjadi kekayaan budaya yang hari ini terus berjalan dari tahun lepas tahun.
Sehari menjelang perayaan Ulang Tahun Daerah Sangihe ke 595 dan Upacara Adat Tulude 31 Januari 2020, dilaksanakan ziarah ke makam-makam pendahulu pemimpin daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud. Ziarah dimulai dari Taman Makam Pahlawan di Kelurahan Santiago Tahuna, kemudian Makam Bupati CH David, Makam Bupati Makaminan dan Berakhir di Makam Ketua DPRD Sangihe Talaud Alex Tatinting.

Menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, peran pendahulu sebagai bagian dari garis sejarah perjalanan Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga hari ini perlu mendapatkan tempat di hati generasi sekarang.
“Oleh karena itu harapannya setiap generasi mempu merefleksikan penghormatan kepada orang-orang yang telah berbuat untuk daerah ini,” ungkapnya.

Hal demikian juga disampaikan oleh Olga Makasidamo selaku Asisten I Administrasi Umum Kabupaten Kepulauan Sangihe ketika menjabat tugas sebagai Inspektur Upacara peringatan ulang tahun daerah Sangihe ke 595 di Lapangan gesit Tahuna, Jumat (31/8/2020).
Makasidamo mengatakan momentum historis itu mengingatkan karya pengabdian yang telah ditorekan oleh putra-putri terbaik Sangihe dari waktu ke waktu.
“Untuk itu patutlah kita menyampaikan terima kasih dan pengabdian kepada pendahulu-pendahulu kita yang telah memberikan yang terbaik bagi perkembangan daerah ini,” kata Makasidamo.
Peringatan ulang tahun daerah juga ditandai dengan rapat paripurna terbuka Dewan Perwakilan Rakyat Sangihe, yang dhadiri semua elemen masyarakat dan juga turut hadir Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.
Pada kesempatan itu pemerintah Sulawesi Utara menyerahkan bantuan beras sebanyak 80 ton dan diterima langsung oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana.

Melalui rapat paripurna terbuka, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe menguraikan beragam penghargaan yang diterima sepanjang setahun berjalan di 2019, diantaranya, penghargaan SIWO-PWI, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, Wahana Tata Nugraha, Peringkat Pertama Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Penghargaan SWASTI SABA WISTARA, dan Indeks Kelola Pendidikan dari Badan Komunikasi dan Informasi, satu-satunya Kabupaten Kota mewakili Sulawesi Utara.
Puncak acara adalah upacara adat Tulude yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tulude merupakan upacara adat yang sakral dari masyarakat Nusa Utara. Makna religiusitas dan sosial budaya Sangihe begitu kental di dalamnya. Berbagai suguhan pementasan seni dan budaya Nusa utara menyemaraki upacara adat tersebut. Namun paling utama dalam ritual Tulude adalah mendoakan masa depan daerah dan menolak segala kemungkinan marah bahaya yang akan datang di hari-hari esok.

Bupati Jabes E Gaghana berharap Tulude tidak hanya dijalani sebagai acara tahunan, namun di dalamnya ada keyakinan kepada Tuhan agar kita dapat diberikan ketabahan dan kekuatan menjalani tantangan kehidupan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selain itu Tulude juga merupakan kekayaan Budaya warga masyarakat Sangihe. Oleh karena itu dirinya mengimbau, Tulude harus terus dilestarikan oleh generasi lintas generasi.
“Selamat Ulang Tahun Daerah Sangihe, kita bangun masa depan yang lebih baik dan kita lestarikan terus aset budaya kita. Budaya sebagai jati diri bangsa. Somahe Kai Kehage, Pantuhu Paka Salentiho.” pungkas Bupati Jabes Ezar Gaghana.(advetorial)
Editor: Rendy Saselah, Ady Putong

Discussion about this post