• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Peran Orang Tua Atasi Kasus Asusila yang Marak di Talaud

by Agustinus Hari
31 Oktober 2019
in Daerah
0
Peran Orang Tua Atasi Kasus Asusila yang Marak di Talaud

Ilustrasi tindakan asusila terhadap anak perempuan di bawah umur. (foto: istimewa)

0
SHARES
201
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud geger dengan tindakan asusila terhadap anak gadis di bawah umur. Perilaku bejat yang terjadi dua pekan terakhir ini memancing suara sejumlah tokoh perempuan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (31/10/2019).

Velma Reikee Malaa STh yang merupakan legislator perempuan dari Partai Golkar sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. “Tentu saja hal ini sangat disayangkan,” ujar Malaa.

Ia juga menyentil tentang peran orang tua dalam mengawasi anak agar terhindar dari peristiwa serupa. “Di sini peran dan perhatian serta pengawasan orang tua sangat penting. Apalagi melihat kasus ini terjadi pada anak yang masih di bawah umur. Keluarga harus memberikan pengasuhan yang baik seperti mengenalkan anak-anak tentang reproduksi dan bagaimana cara menjaganya,” ujar Malaa.

Legislator perempuan ini juga mengajak agar orang tua harus merubah cara pandang tentang pendidikan seksual yang selama ini dianggap sebagai hal yang tabuh. “Hal itu sangatlah penting untuk disampaikan kepada anak-anak agar mereka mampu menjaga dirinya. Selain itu memiliki kemampuan untuk menceritakan kepada org tua mengenai hal yang terjdi kepada dirinya,” katanya.

Tak hanya itu, politisi perempuan ini menegaskan, para pelaku harus diproses secara hukum sehingga memberikan efek jera. “Pelaku tetaplah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Malaa.

Di sisi lain, Tirsa Sarendeng salah satu tokoh perempuan Tanah Porodisa mengutarakan bagaimana cara menekan angka terjadinya tindakan asusila dalam kehidupan sehari-hari seperti pengaruh mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sarendeng mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Talaud dan jajaran aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri harus tegas dan tidak pandang bulu ataupun toleransi terhadap miras. Karena miras bukanlah vitamin atau doping yang baik tetapi racun yang merusak saraf manusia.

“Jika tidak ditindak tegas baik pada penjual atau pemakai, maka kasus-kasus selanjutnya pasti menyusul. Selain itu, perbanyak kegiatan-kegiatan atau iven positif baik olahraga, seni budaya, bahkan peduli lingkungan harus digalakkan untuk memberi ruang positif bagi generasi muda Talaud dalam berkreasi dan berekspresi,” ungkap Sarendeng.

Ia juga menjelaskan, guna menyelesaikan masalah seperti ini, harus mengatasi dengan cara memotong akar dan sumber permasalahan, bukan hanya merespon efek dari peristiwa ini. “Matikan sumbernya bukan potong ujungnya. Sekali lagi keberanian serta keseriusan untuk memberantas itu yang perlu. Percuma perda dan aturan serta imbauan tanpa aksi yang kongkrit. Tidak memberi efek jera atau kapok bagi penjual serta pemakai. Lakukan tanpa pandang bulu,” tutur Sarendeng.

Peliput: Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: Tirsa SarendengVelma Reikee Malaa
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Tahapan Pilkada Serentak: Desember 2019 Semakin Memanas

Tahapan Pilkada Serentak: Desember 2019 Semakin Memanas

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polres Bitung Gelar Sertijab Tiga Pejabat Utama, AKBP Arie Sulistyo: Jabatan Adalah Amanah 16 September 2026
  • Kapolres Arie Sulistyo Pertemukan Tiga Ketua Ormas, Akhiri Kesalahpahaman Secara Humanis 16 September 2026
  • TP PKK Bitung Terima Kunjungan Tim Penilai Lomba PKK Tingkat Provinsi Sulut 2026 16 September 2026
  • Lima Tim Peneliti Polimdo Kantongi Paten Sederhana, Dr Daisy Dkk Inovasi untuk UMKM hingga Nelayan 16 September 2026
  • KY dan UKIT Kolaborasi Kawal Integritas Hakim, Mahasiswa Dibekali Pedoman Perilaku 16 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In