Sangihe, Barta1.com – Hampir sebulan musim panas melanda berbagai wilayah di Indonesia. Tak terkecuali di daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ancaman kekeringan dan gagal panen pun tak terhindari. Menurut Kepala Dinas Pertanian, Golfrit Pella, dibeberapa tempat di Kepulauan Sangihe, sumber mata air mengalami pengurangan debit airnya yang berpengaruh cukup signifikan terhadap tanaman.
“Ada beberapa lokasi persawahan di Kalekube, Laine, Kuma. Dampaknya kemungkinan bisa gagal panen. Namun dari lokasi-lokasi tersebut, ternyata ada juga yang tak ditanami padi,” ungkapnya, Kamis (19/9/2019).
Tak hanya itu, kata dia, berdampak juga pada tanaman holtikultura berupa cabe dan tomat, produksinya berkurang, saat musim kemarau ini. “Meski begitu, berusaha menyiram tanaman holtikultura dimaksud. Pula ada bantuan dari dinas, seperti peralatan untuk menyiram,” katanya.
Pella juga mengimbau para petani agar berhati-hati saat membakar lahan, dan harus dijaga dengan baik. “Walau Dinas Pertanian tak turunkan surat ke wilayah-wilayah, namun juga sudah ada himbauan dari BPBD, dan penyuluh-penyuluh ke kampung-kampung,” terangnya.
Sementara itu informasi dari BMKG, hujan nanti akan berlangsung Oktober 2019, dan musim kemarau yang berlangsung hampir di seluruh daerah, dengan kondisi yang sama.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post