Manado, Barta1.com – Pemerintah Indonesia mengeluarkan instruksi pengibaran setengah tiang dan hari berkabung selama tiga hari. Hal ini sebagai penghormatan atas meninggalnya Presiden ketiga RI, BJ Habibie.
Di Kota Manado juga warga memberikan respon yang sangat luar biasa. Melalui kepala lingkungan, perpanjangan tangan Walikota Manado, menyampaikan agar seluruh masyarakat memasang bendera merah putih setengah tiang.
“Diinformasi kepada seluruh warga, sehubungan dengan meninggalnya mantan Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie maka diimbau seluruh masyarakat memasang bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari, mulai hari ini hingga Sabtu nanti,” ujar Pala Lingkungan 3 Kelurahan Singkil 2, Manado, Selvi Manalip, Kamis (12/9/2019).
Presiden BJ Habibie adalah sosok yang dicintai masyarakat. “Pak Habibie merupakan panutan kami. Beliau sangat luar biasa berjasa bagi bangsa dan negara ini,” kata Yulin Tempongbuka, ibu rumah tangga di Singkil.
Instruksi itu diberikan Menteri Sekretaris Negara kepada para pimpinan lembaga, menteri, jaksa agung, panglima TNI, Kapolri, para pimpinan BUMN, termasuk para duta besar di berbagai negara. Berdasarkan surat Menteri Sekretaris Negara dengan nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 yang ditandatangani Mensesneg Pratikno.
Sebelumnya, instruksi yang sama juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat melayat jenazah Habibie di rumah duka di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019) malam.
“Untuk perwakilan kita di luar negeri kitabakan mengibarkan bendera setengah tiang, dan kita akan membuka buku duka cita untuk tiga hari kerja,” kata Retno.
Bagi Retno, sosok BJ Habibie adalah sosok negarawan yang selalu menyebarkan energi positif bagi orang disekitarnya.
“Bagi saya beliau seorang negarawan bapak bangsa yang snagat cerdas. Sekaligus menebarkan energi positif dan sagat optomisitk. Kalau bicara dengan beliau semangat kita jadi naik karena gaya bicara beliau sangat khas dam beliau jadi inspirasi bagi kita semua, termasuk anak muda indonesia,” ucapnya.
Menurut Putera Kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya meninggal pukul 18.05 WIB. Thareq menyebut faktor lainnya adalah karena jantung yang sudah melemah. Ia mengapresiasi dokter yang sudah berusaha semampunya untuk menyembuhkan Habibie.
“Jantungnya sudah berhenti beraktifitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktifitas yang banyak,” kata Thareq dikutip dari Suara.com, media jaringan nasional Barta1.com.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post