Bitung, Barta1.com — PT. Futai Sulawesi Utara (FSU) menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama perwakilan warga Tanjung Merah yang bergulir di Kantor Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa, (1/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan respon PT. FSU atas permintaan warga Tanjung Merah dengan tujuan membahas upaya kesepakatan damai.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Lurah Tanjung Merah, Bartje Ticoalu, S.Pd., bersama perangkat kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta perwakilan warga Tanjung Merah.
Lurah Bartje Ticoalu sewaktu dikonfirmasi di kantor kelurahan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pada Senin, (31/8/2026) telah dilaksanakan pertemuan antara perwakilan PT. Futai dan perwakilan warga Tanjung Merah, dalam hal penyerahan tuntutan warga ke pihak perusahaan.
“Selaku pemerintah kelurahan, kami berharap melalui pertemuan tersebut boleh mendapatkan jalan keluar sehingga tidak merugikan kedua pihak,” ujar Bartje Ticoalu.
Di tempat yang sama, Arnold Ticoalu selaku perwakilan warga Tanjung Merah yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, poin-poin yang sudah diajukan ke pihak perusahaan adalah fokus pertemuan tersebut.
Menurut Arnold, warga Tanjung Merah sangat senang dengan adanya perusahaan ini, namun kekecewaan warga memuncak ketika perusahaan dinilai tidak mengindahkan tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh warga.
“Kalau melihat ke belakang, sebenarnya warga sangat senang dengan adanya perusahaan ini, namun ada sedikit kekecewaan dari masyarakat atas tuntutan-tuntutan yang tidak diperhatikan baik dari perusahaan maupun instansi terkait sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya masyarakat tidak mau seperti itu,” ungkap Arnold Ticoalu kepada awak media.
Ia menambahkan, jika sebelumnya diadakan pertemuan seperti pada kemarin malam, mungkin warga tidak akan merasa kecewa. Karena itu warga mengajukan beberapa poin tuntutan sehingga bisa menjadi perhatian dari pihak perusahaan.
PT. Futai Sulawesi Utara berharap dengan diadakannya pertemuan dengan pihak warga, menjadi langkah yang tepat dalam membangun hubungan baru dengan masyarakat Tanjung Merah.
“Kami berharap usaha dalam membangun hubungan yang baru dengan warga Tanjung Merah dapat berjalan dengan lancar, dan tidak ada pihak-pihak yang berusaha mengintervensi atau mempunyai maksud tertentu untuk menggagalkan usaha dari perusahaan dengan warga,” pungkas salah satu perwakilan perusahaan kepada media. (Q’po)

Discussion about this post