Talaud, Barta1.com – Setiap tanggal 14 Agustus, seluruh anggota Gerakan Pramuka di Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) mereka. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur kepanduan yang telah diajarkan sejak puluhan tahun lalu.
Hari ini menjadi pengingat akan peran strategis Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan serta sesama. Gerakan Pramuka Indonesia secara resmi lahir pada 14 Agustus 1961, setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Pengamalan di Kehidupan Sehari-hari Keputusan ini menyatukan puluhan organisasi kepanduan yang sebelumnya sudah ada di Indonesia menjadi satu wadah tunggal.

Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah mengatakan momen ini menandai babak baru dalam sejarah kepanduan nasional, di mana Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sebuah gerakan pendidikan non-formal. Nama “Pramuka” sendiri merupakan singkatan dari “Praja Muda Karana,” yang berarti “Jiwa Muda yang Suka Berkarya.”
Kata Titah, nama ini mengandung makna mendalam tentang semangat generasi muda untuk terus berkreasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Baca Juga: Jatuh ke Parit saat Selebgrasi Gol ke Gawang Tajikistan di Piala Kemerdekaan 2025, Nova Arianto Beberkan Kondisi Terkini Mierza Firjatullah Melalui kegiatan-kegiatan yang beragam, mulai dari upacara bendera, kemah bakti, hingga seminar, anggota Pramuka diajak untuk mengamalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.
Tri Satya, yang menjadi janji bagi setiap anggota Pramuka, berisi tiga poin utama: kewajiban terhadap Tuhan dan negara, menolong sesama, serta menepati Dasa Darma. Sementara itu, Dasa Darma merupakan sepuluh butir nilai moral yang menjadi panduan perilaku, seperti takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, hingga suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Di era modern yang serba cepat ini, peran Pramuka tidak luntur.Justru, nilai-nilai yang diajarkan semakin relevan.
Kemampuan bertahan hidup (survival skills), kepemimpinan (leadership), dan kerja sama tim (teamwork) yang dilatih dalam kegiatan kepramukaan menjadi bekal berharga bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global. Pramuka juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan bakti, seperti bantuan bencana alam, kegiatan bersih-bersih lingkungan, dan kampanye kesehatan.
Terpisah, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, SE menuturkan peringatan ulang tahun Pramuka juga menjadi ajang untuk mengapresiasi para pembina dan seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam membimbing anggota Pramuka.

Ia mengungkapkan, dedikasi mereka adalah kunci keberlanjutan gerakan ini, memastikan bahwa setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Selamat Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka! Teruslah berkarya dan berbakti untuk Indonesia.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post