Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya Jurusan Teknik Elektro, melaksanakan Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, belum lama ini.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut mengangkat judul “Alat Perontok Jagung sebagai Upaya Peningkatan Pengelolaan Hasil Panen Jagung di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak.”
Tim pengabdian ini diketuai oleh Doostenreyk Niala Kantohe, SST., MT, bersama anggota tim Harson Kapoh, ST., MT dan Eliezer M. Rongre, S.Si., M.Si.
Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan para petani jagung di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, khususnya dalam meningkatkan efisiensi proses pengelolaan hasil panen.
Menurut Ketua Tim Pengabdian, Doostenreyk, selama ini proses perontokan atau pemipilan jagung masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar sehingga proses pengelolaan hasil panen menjadi kurang efisien.
“Karena kelembapan tanah membuat kondisi tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil produksi jagung. Maka dari itu, adanya penggunaan motor listrik pada alat pemipil jagung nantinya mampu meningkatkan efisiensi proses pemipilan dengan kapasitas kerja mencapai 80 kg/jam, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengabdian ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi otomatisasi di bidang pertanian. Selain mengurangi penggunaan tenaga kerja dan pemborosan tenaga, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil panen jagung melalui sistem perontok yang bekerja lebih cepat dan efisien.
“Dalam prosesnya juga menggunakan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada mesin pemipil jagung yang memberikan kemudahan dalam monitoring dan pengendalian sistem secara lebih efektif dan modern,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen, mahasiswa, serta kelompok tani sebagai mitra kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna sekaligus memberikan manfaat nyata bagi petani jagung di Desa Totabuan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post