Manado, Barta1.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil V Suluttenggo Malut Papua semakin optimis menyusul hasil Survei Nasional Indeks Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) Sulawesi Utara.
OJK Sulutgo dan BPS Sulawesi Utara mendiseminasikan hasil SNLIK 2026.

Penyampaian hasil survei ini berlangsung di aula kantor BPS Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Rabu 19 Agustus 2026.
Berdasarkan SNLIK 2026, Literasi Keuangan Sulawesi Utara 69,98 persen.
Angka ini lebih tinggi dari Indeks Literasi Keuangan Nasional yang tercatat 69,57 persen.
Sementara, untuk indeks Inklusi Keuangan Sulawesi Utara tahun 2026 sebesar 94,37 persen.
Indeks inklusi juga lebih tinggi dari angka Nasional yang tercatat sebesar 93,61,” katanya lagi.
Menariknya lagi, tingkat inklusi dan literasi keuangan pada perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Indikator terakhir ini sejalan dengan portofolio bisnis Pegadaian yang nasabahnya didominasi Kaum Hawa.
Deputi Operasional Pegadaian Suluttenggo Maluku Papua, Andy Novriza mengungkapkan, hasil survei terbaru itu menggambarkan semakin banyak masyarakat di Bumi Nyiur Melambai yang memahami dan mengakses produk lembaga jasa keuangan.
“Pegadaian sebagai salah satu Lembaga Jasa Keuangan terus berkomitmen mendorong literasi dan inklusi di tengah masyarakat,” kata Andy, Rabu 19 Agustus 2026.
Indeks yang meningkat menjadi sinyal positif. Membuka peluang lebih besar bagi Pegadaian untuk mendorong ekosistem emas di Sulawesi Utara.
Menurutnya, jika dicermati memang masih terdapat gap cukup besar antara inklusi dan literasi.
“Artinya kita perlu terus mengedukasi masyarakat sehingga bisa punya pemahaman komprehensif terhadap produk yang mereka gunakan,” katanya lagi.
Nasabah Pegadaian perlu diedukasi tentang jenis produk dan layanan lembaga keuangan. Termasuk manfaat dan risikonya.
“Literasi penting agar nasabah bisa memanfaatkan produk dan layanan secara bijaksana sesuai kebutuhan,” katanya lagi.
Pegadaian Kanwil V terus memperluas penetrasi layanan emas di masyarakat. Secara khusus di kalangan generasi muda.
Ekosistem emas Pegadaian terdiri dari layanan financial solutions seperti produk gadai dan pembiayaan mikro.
Selain itu, terdapat produk investasi seperti Tabungan Emas, cicil emas hingga deposito emas.
Kepala OJK Sulutgo, Robert HP Sianipar mengatakan, SNLIK 2026 sangat strategis bagi pengembangan kebijakan edukasi literasi keuangan di daerah.
“Untuk pertama kalinya, SNLIK memotret hingga ke tingkat provinsi. Ini artinya indeks semakin presisi dan lebih akurat,” kata Robert.
Menurutnya, meskipun SNLIK provinsi baru dirilis pertama kali, namun dapat diasumsikan indeks literasi dan Inklusi Keuangan Sulawesi Utara naik dibanding tahun lalu.
Sebagai pembanding, hasil SNLIK menunjukkan indeks Literasi Keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen dan indeks Inklusi Jeuangan mencapai 93,61 persen.
Indeks tersebut meningkat dibandingkan dengan SNLIK Tahun 2025, di mana indeks literasi keuangan sebesar 66,64 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 92,74 persen.
Lebih jauh Robert Sianipar mengungkapkan, hasil SNLIK Sulawesi Utara menjadi acuan untuk pengambilan kebijakan pengembangan literasi inklusi ke depan.
Ia bilang, mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan di daerah relatif besar. Apalagi di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya kepulauan.
Bersamaan dengan itu, aktivitas keuangan ilegal yang tetap masih meskipun upaya preventif dan penegakan hukum semakin gencar.
“Keuangan ilegal ini memang jadi tantangan juga sebab banyak yang ditindak Satgas Pasti, ditutup, dibuat baru lagi. Mereka mudah karena teknologi digital,” jelasnya. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post