• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Prof Tri Hanggono: Polimdo Jangan Kehilangan Jati Diri, “Politeknik Ya Politeknik”

by Meikel Eki Pontolondo
22 Agustus 2026
in Edukasi
0
Prof Tri Hanggono: Polimdo Jangan Kehilangan Jati Diri, “Politeknik Ya Politeknik”
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar diskusi pengembangan institusi dengan tema “Transformasi Kelembagaan Menuju Politeknik University atau University Politeknik Terapan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Theater Polimdo, Sabtu (22/8/2026).

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, yakni Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D., selaku Tenaga Ahli Mendiktisaintek; Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, Tenaga Ahli Mendiktisaintek, didampingi Aprilia Ekawati Utami, ST., MT., Tenaga Ahli Ditjen Dikti; serta Founding Father Polimdo, Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda, MS., DEA.

Pada sesi ketiga, Prof. Tri menyampaikan pandangan menarik yang membuka perspektif jajaran pimpinan Polimdo mengenai arah transformasi kelembagaan ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA., Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Diane Tangian, SH., M.Si., Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Selvie R. Kalele, SE., M.Si., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makinggung, SE., M.Si., bersama jajaran terkait.

Dalam pemaparannya, dirinya menegaskan bahwa Polimdo sejatinya telah memiliki identitas yang kuat sebagai institusi pendidikan vokasi. Karena itu, transformasi kelembagaan jangan sampai justru menghilangkan karakter dan jati diri politeknik.

“Saya berkeyakinan teman-teman di sini sudah memiliki identitas yang jelas daripada universitas. Kalau saya, politeknik ya politeknik. Hapus saja universitas,” ungkap Prof. Tri.

Ia kemudian memberikan contoh perubahan kelembagaan sejumlah perguruan tinggi yang sebelumnya memiliki identitas khusus. Menurutnya, perubahan nama atau bentuk kelembagaan tanpa mempertahankan karakter awal dapat membuat sebuah institusi kehilangan identitas.

“Ada kampus dari IKIP, jadi UPI. Model risetnya sama saja dengan IKIP, namanya saja berubah, akhirnya kehilangan identitas,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika Polimdo untuk mensyukuri dan mempertahankan identitas yang telah dibangun selama ini, terlebih Polimdo tengah memperingati usia ke-39 tahun.

“Bersyukurlah Politeknik sudah benar-benar punya identitas, apalagi saat ini Polimdo sedang berulang tahun ke-39. Sekali lagi, jangan sampai identitas itu hilang,” jelasnya.

Tantangan Politeknik Mengisi Kebutuhan Industri.

Lebih lanjut, Prof. Tri menyampaikan bahwa tantangan Politeknik saat ini bukan sekadar melakukan transformasi kelembagaan, tetapi bagaimana memastikan lulusan dan program pendidikan yang dikembangkan benar-benar mampu mengisi kebutuhan industri.

Ia mencontohkan, di sejumlah universitas terdapat program studi seperti Ilmu Komunikasi yang mencetak lulusan di bidang ilmu komunikasi, sementara keterampilan teknis seperti menjadi kameramen justru lebih tepat dikembangkan melalui pendidikan vokasi.

“Jangan sampai seperti universitas, ada Ilmu Komunikasi yang akan menjadi ahli ilmu komunikasi, namun melatih kameramen. Hal itu kan seharusnya ada di Politeknik,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi harus dilihat dari seberapa besar dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada perubahan kelembagaan semata, tetapi harus mampu menunjukkan hasil nyata dari transformasi tersebut.

“Sekarang itu, apa yang diharapkan dalam memberikan impact. Dalam transformasi itu memberikan dampak. Dampaknya, apa yang dihasilkan. Kita harus melihat kemauan masyarakat (society) itu apa? Untuk mengetahui society, jangan diam di situ,” jelasnya.

Ia menekankan, ukuran keberhasilan transformasi Politeknik salah satunya dapat dilihat dari sejauh mana institusi mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Transformasi yang dimaksud di sini, seberapa jauh Politeknik ini punya dampak meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar Polimdo tidak hanya berorientasi pada jumlah mahasiswa maupun persoalan akreditasi. Menurutnya, penguatan institusi dan kinerja yang baik pada akhirnya akan membawa dampak positif terhadap berbagai aspek, termasuk akreditasi.

“Ada peluang, tidak? Oh, mengandalkan mahasiswa? Bukan. Tapi dimulai dari kita-kita yang ingin melihat ke depannya. Jangan hanya memikirkan akreditasi. Kajur dan Kaprodi memikirkan akreditasi saja, tetapi itu akan berdiri dengan sendirinya saat performa institusi kita kuat,” terangnya.

Polimdo dan Potensi Sulawesi Utara.

Prof. Tri juga menyinggung posisi strategis Sulawesi Utara yang dinilai menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Ia mempertanyakan sejauh mana perguruan tinggi dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan tersebut, dan menurutnya Polimdo memiliki posisi yang sangat jelas karena karakter pendidikannya yang berorientasi pada kebutuhan industri.

“Sulawesi Utara itu menjadi perhatian untuk pusat pertumbuhan berikut di wilayah timur. Terus, siapa yang memberikan impact antara Unsrat dan Polimdo? Politeknik itu jelas,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut juga terungkap bahwa Polimdo memiliki Program Studi D3 Ekowisata Bawah Laut (EBL), yang dinilai menjadi salah satu identitas unggulan dan tidak dimiliki oleh banyak perguruan tinggi lainnya.

“Tadi saat diskusi bahwa di Polimdo ada D3 Ekowisata Bawah Laut (EBL). Ini salah satu identitas luar biasa, tidak semua memilikinya,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat berjalan beriringan dengan potensi daerah dan kebutuhan industri.

“Semua yang dilakukan oleh Politeknik semuanya berkaitan dengan industri. Ini menjadi tantangan bagi akademisi, di mana ada saling ketergantungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, wisata bawah laut atau underwater tourism sebenarnya telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Namun, Sulawesi Utara memiliki keunggulan tersendiri karena didukung kekayaan alam yang luar biasa.

“Underwater tourism ada banyak di Indonesia, tapi di sini diakui, karena Sulut memiliki alam yang luar biasa,” ucapnya.

Melalui diskusi tersebut, transformasi Polimdo diharapkan tidak hanya menjadi perubahan dalam bentuk kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin memperkuat identitas pendidikan vokasi, mempererat hubungan dengan dunia industri, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Diskusi pengembangan industripolimdoProf. Dr. med. Tri Hanggono Achmad
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Prof Tri Hanggono: Polimdo Jangan Kehilangan Jati Diri, “Politeknik Ya Politeknik” 22 Agustus 2026
  • Steven Tegaskan Dokumen Jetty Lengkap, Luruskan Pemberitaan Sebelumnya 22 Agustus 2026
  • Buka Akses dan Tumbuhkan Ekonomi Desa Ambara, PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani 21 Agustus 2026
  • Wisuda Polimdo Gelombang Pertama, 275 Lulusan Dilepas: Maryke Pesan Jaga Kesetiaan 21 Agustus 2026
  • Adu Skill Makainas vs Mauboy di Laga Pembuka Bupati Sitaro Cup 2026 21 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In