Manado, Barta1.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara melakukan langkah gambit unik dalam upaya pemberantasan barang haram di wilayah kerjanya. Alih-alih tindakan lapangan, BNNP Sulut memilih papan catur sebagai medan pertempuran edukatif melalui ajang “Open Turnamen Catur Piala BNNP Sulut 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 18 April 2026, akhir pekan ini.
Kegiatan yang berpusat di Aula BNNP Sulut ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-24 BNN RI. Turnamen dipandang sebagai sebuah strategi besar untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis, di mana ketajaman berpikir menjadi senjata utama untuk menolak penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNNP Sulawesi Utara, Brigjen Pol Jemmy GP Suatan, menegaskan pemilihan olahraga catur bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah simbolisasi dari nilai kesabaran dan ketelitian.
“Melalui catur, kita melatih fokus dan strategi. Ini juga bagian dari langkah kita membangun lingkungan Bersinar (Bersih dari Narkoba) dengan cara yang lebih cerdas,” ujar Suatan pada sejumlah media, Selasa (14/04/2026).

Filosofi catur yang mengandalkan kalkulasi matang dianggap sejalan dengan visi BNNP dalam membentengi masyarakat dari jerat narkoba. Setiap langkah di atas papan hitam-putih tersebut merepresentasikan keputusan hidup, di mana satu langkah salah bisa berakibat fatal. Ini serupa dengan bahaya sekali mencoba narkotika yang dapat merusak masa depan.
Antusiasme peserta terhadap turnamen ini tergolong sangat tinggi, menunjukkan masyarakat merespons positif “serangan balik” terhadap narkoba lewat jalur prestasi. Ketua Panitia, Dicky Wellem Mamuaya, mengungkapkan hingga saat ini tercatat ratusan peserta dari berbagai kalangan telah mendaftarkan diri untuk beradu strategi di turnamen perdana ini.
“Sekitar 160 peserta telah mengonfirmasi keikutsertaan, termasuk deretan master catur nasional yang siap meramaikan ajang perdana kolaborasi ini di Sulut,” kata Mamuaya saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Ia memastikan turnamen ini menjadi pintu masuk untuk memperluas kampanye anti-narkoba secara masif hingga ke lapisan masyarakat terbawah.

Guna menarik minat para pecatur Sulut, panitia telah menyiapkan total hadiah yang cukup menggiurkan mencapai Rp35 juta bagi para pemenang.
“Total hadiah turnamen catur ini mencapai Rp35 juta dengan pembagian hingga 40 peringkat. Kami ingin turnamen ini tak hanya kompetitif secara teknis, tapi juga inklusif bagi semua kalangan,” tegas Mamuaya.
Inisiator kegiatan, Stanley Inkiriwang, menyebutkan bahwa ajang ini merupakan pembukaan dari rangkaian agenda yang lebih besar pada Juni 2026 mendatang.
“Ini fondasi menuju gebyar turnamen yang lebih besar dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Nanti juga akan ada kategori pelajar hingga mahasiswa, bahkan peluang meraih gelar master catur di Sulut,” ungkap Stanley.
Melalui langkah ini, BNNP Sulut berhasil menampilkan wajah baru dalam pemberantasan narkoba yang lebih edukatif dan berbasis komunitas. Dengan melibatkan Forkopimda hingga masyarakat sipil, pesan “War on Drugs” kini tidak sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang dimulai dari langkah sederhana di atas 64 petak papan catur. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post