Manado, Barta1.com — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini juga dilakukan oleh Pricylia Elviera Rondo, S.S., M.Pd, yang akrab disapa Peron.

Kegiatan reses pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut berlangsung pada 28 hingga 31 Maret 2026. Dalam agenda itu, Peron mengunjungi sejumlah wilayah berbeda, di antaranya Desa Molinow, Sondaken, Kinalawiran Tompaso Baru, serta Desa Radey.

Selama reses, Peron menerima berbagai aspirasi masyarakat yang sebagian besar berkaitan dengan kebutuhan mendesak di sektor infrastruktur, pertanian, perikanan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.

“Aspirasi yang kami tampung didominasi oleh kebutuhan perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan perkebunan dan akses desa. Hal ini disampaikan oleh masyarakat di keempat desa yang kami kunjungi,” ungkap Peron kepada Barta1.com, Kamis (2/04/2026).

Selain itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan bahwa masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung seperti jembatan penyeberangan, saluran drainase, trotoar, serta pelebaran jalan guna meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi.
Di sektor pertanian, masyarakat berharap adanya dukungan yang lebih optimal, seperti bantuan pupuk organik dan kimia, penyediaan bibit unggul (jagung, padi, dan kelapa), serta alat dan mesin pertanian seperti hand traktor, mesin perontok, dan pompa air.
Tak hanya itu, warga juga menekankan pentingnya pelatihan pertanian yang mencakup seluruh tahapan, mulai dari penanaman hingga pascapanen, termasuk pengolahan hasil serta akses ke koperasi sebagai jalur distribusi. Permasalahan hama dan penyakit tanaman, seperti serangan bakteri pada kelapa dan durian, turut menjadi perhatian, disertai harapan akan bantuan obat-obatan pertanian yang efektif.
Di sisi lain, para nelayan mengeluhkan keterbatasan alat tangkap serta kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), yang berdampak langsung pada produktivitas mereka.
Dalam aspek pemberdayaan ekonomi, masyarakat di beberapa desa mengusulkan dukungan bagi pelaku UMKM, termasuk bantuan permodalan, khususnya di kawasan wisata seperti Pantai Molinow. Selain itu, terdapat pula usulan pengadaan mesin penghancur plastik sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan sekaligus peningkatan nilai ekonomi limbah.
Pada bidang kesehatan, masyarakat mengharapkan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, warga Desa Radey menyoroti pentingnya ketepatan sasaran bantuan serta perlunya sosialisasi mekanisme pengajuan bantuan agar lebih transparan dan mudah diakses.
Secara umum, masyarakat juga mengharapkan adanya evaluasi kebijakan, termasuk terkait pemotongan dana desa, serta peningkatan perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga hasil pertanian.
Dalam setiap titik reses, Peron turut memberikan kontribusi nyata melalui pembagian produk inovatif hasil produksi Komunitas Kolom Mapalus Sulut yang ia pimpin. Produk tersebut meliputi pupuk organik cair untuk mendukung produktivitas pertanian, bio nutrisi ternak rumahan guna meningkatkan kualitas peternakan skala kecil, serta cairan bio dekomposer untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya dalam menjaga kebersihan dan higienitas toilet.
Cairan tersebut dinilai efektif dalam mengatasi masalah limbah yang menimbulkan bau tidak sedap, sehingga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan lingkungan masyarakat.
Peron sendiri sebagai Ketua Komunitas Kolom Mapalus Sulut, rupanya sudah lebih dari 12 Tahun Membagikan Produk – produk di atas ini kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, rangkaian aspirasi yang dihimpun serta langkah konkret yang dilakukan dalam kegiatan reses ini mencerminkan sinergi antara kebutuhan masyarakat dan upaya pemberdayaan berbasis solusi. Diharapkan, hal ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai sektor.
Perhatian Peron terhadap masyarakat bahkan telah dilakukan sebelum agenda reses. Ia secara rutin, setiap satu hingga dua bulan, menyalurkan bantuan kepada masyarakat, baik kepada petani, peternak, maupun nelayan.(*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post