Manado, Barta1.com – Wakil Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Rudolf E. G. Mait, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kegiatan Training of Trainer (ToT) yang diikuti dosen Jurusan Teknik Sipil merupakan bagian dari upaya penyegaran kembali pengetahuan dan kompetensi pengajar.
Saat ditemui di Coffee Polimdo, Selasa (3/03/2026), Ir. Rudolf menjelaskan bahwa ToT tersebut diperuntukkan bagi para instruktur junior sebagai langkah refreshing metodologi dan bahan ajar.
“Sebenarnya kegiatan kemarin itu ToT untuk instruktur junior. Hal itu bagian dari merefresh kembali. Kami memang selalu melakukan aktivitas mengajar, tetapi ada momen tertentu di mana metodologi dan materi ajar perlu diperbarui,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut perubahan dalam pendekatan pembelajaran. Jika dahulu metode pengajaran belum bersentuhan dengan aplikasi kecerdasan buatan (AI), kini dosen dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan tersebut.
“Sekarang kita belajar teknologi pembelajaran yang sudah beradaptasi dengan kemampuan mahasiswa saat ini. Mereka sudah melek teknologi. Karena itu, kami para dosen juga harus meningkatkan kemampuan dalam mengajar dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih optimal. Definisi dan konsep yang sebelumnya disampaikan secara konvensional kini dapat diperkuat dengan simulasi, contoh studi kasus, serta visualisasi berbasis teknologi.
“Tujuannya tentu untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Sekarang berbagai contoh dan studi kasus dapat disampaikan dengan lebih konkret melalui teknologi,” ujarnya.
Sinergi dengan BJKW VI Makassar
Terkait pengembangan mahasiswa dan alumni, Ir. Rudolf menyoroti program yang dilaksanakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) VI Makassar sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Program ini sangat baik karena sejalan dengan Asta Cita Presiden, yakni mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kerja terampil yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi,” katanya.
Menurutnya, kerja sama dengan BJKW VI Makassar memberi manfaat jangka panjang bagi lulusan Polimdo. Selain memperoleh ijazah, mahasiswa juga mendapatkan sertifikat kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Mahasiswa adalah tenaga ahli vokasional. Tanpa kompetensi yang teruji, lulusan akan kesulitan mendapatkan pekerjaan maupun pengakuan untuk jabatan tertentu. Dengan adanya kerja sama ini, Polimdo sangat terbantu, sekaligus turut membantu pemerintah dalam menyiapkan SDM sesuai bidangnya,” terangnya.
Pelatihan Berkelanjutan untuk Alumni
Ir. Rudolf juga memastikan bahwa pelatihan kompetensi tidak berhenti pada satu angkatan saja. Ke depan, Bidang Kemahasiswaan khususnya bagian alumni akan mendata lulusan dari berbagai jurusan, seperti Teknik Sipil, Mesin, Elektro, dan lainnya, guna mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan dan skema yang tersedia di Balai.
“Nantinya akan disesuaikan dengan skema di Balai, misalnya untuk Teknik Sipil ada skema Kepala Pelaksana Bangunan Gedung, begitu pula untuk jurusan Mesin dan Elektro. Kami akan berkoordinasi dengan Balai untuk membuka skema sesuai kebutuhan. Jika kuota terpenuhi, akan kami usulkan dan pelaksanaannya dilakukan oleh pihak Balai. Kegiatan ini akan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post