• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dewan Gereja Papua dan Koalisi Sipil Desak Pemerintah Hentikan PSN serta Pendekatan Militer

by Ady Putong
21 Februari 2026
in Nasional, News
0
Dewan Gereja Papua bersama KO MASI menyampaikan pernyataan sikapnya di Jayapura. (foto: istimewa)

Dewan Gereja Papua bersama KO MASI menyampaikan pernyataan sikapnya di Jayapura. (foto: istimewa)

0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura, Barta1.com – Dewan Gereja Papua bersama Koalisi Transformasi Masyarakat Sipil (KO MASI) di Tanah Papua secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait kondisi terkini di Bumi Cenderawasih. Mereka menyoroti meningkatnya eskalasi perampasan sumber daya alam, militerisme, hingga krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai wilayah.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (20/2/2026), koalisi ini menyebutkan krisis tersebut mencakup wilayah Merauke, Yahukimo, Biak, Sorong, Wamena, Fakfak, Manokwari, Timika, Intan Jaya, hingga Nduga. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengubah arah kebijakan di Tanah Papua.

Fokus utama tuntutan mereka adalah penghentian pendekatan militer yang dinilai telah menyasar ranah sipil. Koalisi memandang pola pengamanan saat ini tidak sejalan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia terkait hak asasi manusia.

“Pemerintah Republik Indonesia segera menghentikan pendekatan militer di ranah sipil yang melanggar UUD 1945, UU HAM dan UU OTSUS di Tanah Papua,” tulis Dewan Gereja Papua dan KO MASI dalam poin pernyataan sikapnya.

Selain itu, mereka mendesak Panglima TNI untuk menarik personel yang ditempatkan di wilayah konflik sebagai tenaga pendidik maupun tenaga medis. Langkah ini diminta sebagai tindak lanjut atas pernyataan Panglima TNI pada 21 Maret 2024 terkait fungsi prajurit di lapangan.

Mengenai situasi konflik bersenjata, koalisi menuntut kedua belah pihak, baik TNI maupun TPNPB, untuk menahan diri. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Hukum Humaniter Internasional (HHI) guna melindungi warga sipil yang terjebak di tengah perseteruan bersenjata.

Isu transparansi juga menjadi poin krusial, di mana pemerintah diminta untuk tidak membatasi arus informasi. Mereka mendesak agar jurnalis asing, media internasional, serta Komisi Tinggi HAM PBB diberikan akses penuh untuk memantau langsung situasi di Tanah Papua.

Terkait pembangunan, koalisi secara spesifik meminta penghentian seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN). Mereka berargumen proyek tersebut justru merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat adat secara sistematis.

“Pemerintah Republik Indonesia segera membuka ruang dialog dengan Rakyat Papua untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Tanah Papua,” tegas mereka sebagai solusi untuk mencapai perdamaian permanen.

Terakhir, mereka menyerukan kepada para pemimpin daerah, mulai dari Gubernur, MRP, hingga bupati dan walikota, untuk berani menyatakan sikap. Para pimpinan daerah diminta tegas menolak kehadiran PSN dan operasi militer demi menjaga hak hidup serta kelestarian alam bagi generasi Papua mendatang. (**)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: Dewan Gereja PapuaDialog PapuaHak Asasi Manusia PapuaKO MASI PapuaKonflik PapuaMiliterisme di PapuaProyek Strategis Nasional Papua
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Foto: Pemberkatan kepada pimpinan daerah Sangihe dalam syukur 1 tahun kepemimpinan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari. (Dok. Istimewa)

Michael Thungari: Birokrasi Stabil, Ekonomi Daerah Sangihe Tumbuh 7,07 Persen

Discussion about this post

Berita Terkini

  • KH. Hairudin Bandu Kembali Nahkodai APPSI Kota Bitung 12 Juni 2026
  • Polres Bitung Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 Lewat Lomba dan Bakti sosial 12 Juni 2026
  • Empat Putra-Putri Sitaro Tembus Faked Unima yang Baru Dilaunching 12 Juni 2026
  • Tahun Ajaran Baru di Depan Mata, Sekolah Rusak di Matutuang Jadi Prioritas Pascagempa M7,7 12 Juni 2026
  • Kemiskinan Ekstrem di Sangihe Turun, Pemkab Optimistis Angka Kemiskinan Ikut Menyusut 12 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In